Filsafat untuk remaja

Dramatika kehidupan semakin menguat hingga membentuk suatu karakteristik bagi masyarakat hal ini terbukti mengubah pola fikir sosial mensikapi kenyataan hidup, bercorak pada prosesi dari unsure logis saat melakukan pandang dan penilaian terhadap permasalahan, banyak yang tak sadar diri bahua dramatika tersebut tak lain adalah tatanan rekayasa sosial yang kerap di agungkan oleh para penganut paham kekinian, bagi para pemuda yang penuh dengan sosok penasaran berfikir setidaknya harus dapat memfilterisasi keadaan sosial tersebut, inilah pentingnya pensikapan secara filsuf guna menganulir dramatika sosial tersebut.

Banyaknya motif kasus ditengah maraknya isu sosial yang dapat membawa seseorang jauh dari hakikat sebenarnya dalam hidup, itu karena kedangkalan serta kesalahan berfikir, setidaknya berfilsafat akan membawa penyadaran individual khususnya bagi para pemuda dan remaja dengan berwawasan yang tinggi serta bijak berprilaku semua itu berawaldari sebuah pemikiran, hingga bisa terhindar dari pendogmaan pola sosial yang mengajak pada kesalahan berfikir seseorang, contohnya seorang pemuda yang dangkal akan percaya akan kabar yang belum tentu kebenarannya. sepertu contohnya menilai kondisi sosial menilai bahwa jadi pns sombong, jadi anggota dewan sombong dan banyak lagi.


Sedikit menerima kenyataan dalam tingkah sosial kadang remaja sulit untuk menerima karena jiwa arogansi yang penuh dengan kepercayaan terhadap kesenangan belaka, sebenarnya belajar filsafat untuk remaja sangatlh diperlukan guna berfikir secara spesifik serta bijak dalam bersikap maupun berfikir, dimana banyak kesan bahua remaja adalah arogansi, egoisasi, ektremisme, itu semua sebenarnya kembali kepada nalar seseorang untuk mebaca situasi keadaan maka itu pentingnya perlulah penerapan filsafat diakalangan remaja tersebut.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..