Santri pesantren

Pesantren sangat berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya yang bukan pesantren, ciri khusus yang terdapat pada pesantren  adalah kesederhanaan secara gaya hidup baik cara berpenampilan sampai pada tempat belajat, dengan membekali kepada santri seorang kiai kepada santrinya tak lain adalah kebaikan dan kemanfaatan ilmu juga keikhlasan dalam menjalankan sesuatu, santri yang iklas tanpa pamrih, menolong, berjuang, membangun, menularkan ilmu, bekerja sama, bergotong royong, menghormati yang lebih tua, semuanya ada dalam diri seorang santri itulah yang dinamakan jiwa santri.

Dengan demikian seorang kiai akan senang tatkala santrinya berprilaku baik, maka itu kiai sangatlah memiliki karismatik ditengah masyarakat dan sering kali dijadikan tempat pengaduan serta pemutus kata.


Perbedaan antara pesantren dan lembaga pendidikan umum sangatlah nampak, sebab pesantren dengan pola hidup sederhana dan terkarantina oleh keadaan lingkungan pesantren membuat para santri harus giat dalam menuntut ilmu, seorang pelajar yang didalam pesantren disebut santri, dan diumum disebut siswa, pengajarnya adalah ustadz, dan di umum disebut juga guru, ayah dari seorang santri adalah sosok kiai yang sebagai pengasuh anak didiknya (santri) yang mana di perlakukan seperti anak sendiri, maka itu kiai mengerti dan tahu mengenai santrinya dengan kecendrungan sifatnya santri yang selalu belajar dan belajar seperti pentingnya belajar kitab kuning, akhlaq dan sebagainya.

Gelar santri adalah sebuah derajat ketekunan dan kealiman di masyarakat dimana santri merupakan sosok figur kecil yang kelak menjadi seorang tokoh mesyarakat maka itu santri sangat berprilaku menjaga amanah dari sebutan tersebut, berbeda dengan sebutan siswa dimana akan di sebut sebagai seseorang yang masih dalam bakal, dalam arti kata bisa menjadi dokter, abri, guru, dan lainnya, jika santri dengan demikian akan disebut ustad atau kiai tatkala usianya bertambah dan layak, adapula seorang santri yang tidak menjadi seorang ustad atau kiai kelak dan mereka bekerja memilih kegiatan pada hal yang umum secara garis besarnya seorang santri dapat menjaga kesantriannya yang menjadi prinship dasar dalam hidupnya sewaktu masih di pesantren.

Meskipun dalam masyarakat ada juga seorang santri yang berprilaku kurang baik sesuai dengan hakikat santri, itu adalah hal yang sangat wajar karena kesalahan sedikitpun akan tersorot karena santri adalah figur kecil di masyarakat, dan jika melakukan hal yang negatif maka kelak santri akan kembali dengan berjalannya waktu.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..