Kondisi Situasi Kecamatan Kapetakan - Mengharukan...

Isu media saat ini tidak lagi menajadi sebuah kecaman. mungkin saya terlalu membuang pemikiran untuk update artikel ini dan mungkin pula tak ada harganya sama sekali bagi para pembaca, namun setidaknya hal ini sebagai bentuk aspirasi saya sebagai warga kecil diantara warga cirebon yang yang lainnya, sekejap masih dalam lingkup Kecamatan Kapetakan yang terlihat mengenaskan, di lihat dari berbagai sisi dibandingkan dengan kecamatan diwilayah cirebon yang lainnya. maaf bukan berarti tidak mengeksplirasi yang lainnya akan tetapi sebuah fakta yang nyata pada konteks ini, sedikitnya sebuah statment penting yang kiranya bisa mewujudkan serta menimbulkan rasa sosial yang utuh bagi warga masyarakat. terlebih kepada pemangku kebijakan.


Sekapur sirih mengenai Peta Politik pembagian Zona Wilayah dapil Kabupaten Cirebon.

Kecamatan Kapetakan yang dulu menjadi bagian wilayah zona dapil Satu pada saat pemilihan anggota legislatif Kabupaten cirebon tahun 2014 kemaren dialihkan atau rolling atau apapun bahasanya di gabungkan pada wilayah dapil dua Kab. cirebon, saya tidak mengerti apa kebijakan tersebut diambil dari peta geagrafis atau apa? yang jelas..! secara kultur masyarakat Kecamatan kapetakan banyak kesamaan dengan zona Dapil Satu bukan pada dapil Dua yang condong ke barat. terjadi pertukaran wilayah dapil antara kecamatan panguragan masuk pada dapil satu (yang dulu dapail dua) dan kapetakan dapil dua (dulu satu).. sebenarnya secara administratif mungkin tak ada kesalahan sedikitpun, akan tetapi secara kulturisasi Para Calon legislaitf secara kebiasaan sosial entah bergaul dan berbaur dengan di kelompokkannya dengan dapil dua maka perlu pekerjaan baru untuk berbaur dengan masyarakat Kab. Cirebon Barat, bukankah yang kita ketahui bersama bahua Kec. Kapetakan secara Sosial lebih akrab dengan wilayah Kabupaten Cirebon Utara lainnya..? tetapi kenyataan dilapangan pembangian dapil tersebut disahkan dan dijalankan oleh KPU..

Mengenai Efektivitas Pencalonan..

Dengan adanya Kecamatan Kapetakan Dialihkan ke Dapil Dua, Alhasil Tak satupun Caleg yang lolos asli warga masyarakat dari Kecamatan kapetakan di dapil Dua yang menjadi Anggota Dewan Priode 2014 - 2019, akibatnya sampai pada saat ini Kec. Kapetakan yang tidak memiliki Dewan di DPRD Kab. Cirebon, merasa dianaktirikan, sebab secara keakraban jarang sekali mereka yang mengenal anggota dewan yang ada di Dapil Dua. Hingga terjadi sebuah asusmsi masyarakat pembangunan daerahpun tidak sampai pada wilayah kecamatan Kapetakan, adapula hanya beberapa saja yang memungkinkan, sebagian besar tak tersentuh. itulah kenyataan yang ada jika melihat kondisi fisik dilapangan seperti Jalan Rusak, Irigasi Pesawan yang tidak total, Perikanan, Kelautan dan sebagainya, sebab tak ada yang membawa aspirasi Masyarakat secara jiwa asli penduduk setempat.

Seharusnya hal ini mesti dikaji secara benar dan mesti diperhatikan, langkah demi langkah kelangsungan sosial akan terjadi ketimpangan sosial di masyarakat, dan kekurang merataanya pembangunan, Kepada para anggota DPRD dapil Dua kiranya untuk lebih meninjau wilayah Kecamatan Kapetakan agar sedikitnya bisa kental dan mengenal warga masyarakat disana. bisa melalui Reses, atau kunjungan kerja dan lainnya. Kondisi sosial yang saat ini dirasakan oleh warga masyarakat bukan lagi isu umum akan tetapi efektivitas ekonomi yang akan terjadi sebuah kehancuran kahawatirnya. Segala tindakan kepedulian yang bersifat administratif mungkin saja akan berdampak buruk pada masyarakat disana dengan tidak adanya penyalur aspirasi Masyarakat.

Latar Belakang Pendidikan..

Pendidikan merupakan sebuah Agen Of Change (Agen perubahan) yang sangat signifikan, sebab dengan sebuah pendidikan yang layak maka akan terbentuk pribadi masyarakat yang terdidik dan positif, saat ini banyak juga ketimpagan sosial di ranah pendidikan yang berjalan selama ini, contoh kecilnya banyak siswa/i dari anak warga Kapetakan yang masih bersekolah di Indramayu, memang hal itu tidak disalahkan dan sah sah saja, akan tetapi ini sebuah ironis jika hal itu masih berlaku, kewibawaan nama Kab. Cirebon yang besar tersebut akan merosot dengan banyaknya gedung sekolah disana yang harus di optimalisasi. ditambah dengan transportsi yang minim mencolok di depan mata. 

Para Petani dan Nelayan Mengeluh.

Bukan lagi sebuah wacana atau proganda permaslahan di daerah kapetakan, konon menjadi kawasan area ketahanan pangan sampai saat ini juga masih belum maksimal khususnya perairan untuk irigasi pesawahan, tanah yang membentang luas lebar hijau tersebut ekan menjadi sebuah sarang hama, tikus dan lainnya. inilah kerugian besar pemerintah sesungguhnya, kemabali lagi kepada hakikat yang sebenarnya, apakah yang dikerjakan oleh pemerintah selama ini..? khususnya pada warga masyarakatKapetakan tersebut. Para nelayan yang selalu setia mencari Ikan di laut yang nyawa dijadikan taruhan, butuh setidaknya perhatian penuh kepada mereka, agar hasil tangkapannya dihargai dengan keringatnya yang sudah keluar, akan tetapi kenyataan ini juga sama halnya seperti para petani padi yang kurang pasokan air irigasi, tetapi untuk para nelayan yakni kurangnya modal untuk membeli alat penangkapan Ikan yang layak. baca juga ini Jalan Pantura Cirebon Utara Sepi - pemerintah salah,

Kata Bijak Untuk para pemimpin..

"Kenalilah Wargamu sebagaimana kau kenali dirmu sendiri, tahukah Anda yang gila disebut (yang terhormat) Fir'aun tak mau makan sebelum Rakyatnya Makan, Fir'aun tak mau tidur sebelum para panglima, senopati dan prajurit kerajaannya tidur terlebih dahulu.. kesalahan Fir'aun hanya sombong ingin dianggap dia Tuhan lantaran tak pernah Jatuh Sakit" BAGAIMANAKAH DENGAN ANDA berkacalah pada Fir'aun siapakah yang lebih Jahat darinya...?

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..