NU Orang Tuaku | Syair untuk Muktamar NU 2015

 Wahai pendahuluku.... aku adalah sibuta yang perlu kau tuduh...
Aku adalah belia yang rentan pada gemuruh angin... hingga mudah tertipu...
Aku ingin engkau kuatkan aku tuk tetap berteduh pada Nisbatku padamu...
Aku ingin ada yang aku takuti atas jalanku..

Orang Tuaku aku muliakan mu..
Aku ingin menjadi sosok yang tak mudah terperosok..
Aku ingin menjadi kader yang tidak mudah tersogok..
Aku tak Ingin engkau diperolok..
Aku selalu berharap kau terangi jalanku yang kotok...

Wahai Pendewasa Aqidah..
Kini Syari'atku gampang goyah..
Seperti kapas yang terbang mengikuti angin tak tentu arah..
Jangan bosan marahi aku, karena kaulah orang tua..
Berikan bekal Ilmu dan siramilah batin ini agar kuat beribadah...

Kau adalah Hijau penuh kesejukan...
Serasa ingin menangis mendengar berita kerusuhan..
Kerusuhan hasil dari sebuah penentu pilihan...
Aku ingin marah tapi aku tak pantas, karena aku Kotor..
Aku tak mengenalmu lewat jasadmu, juga tak sekalipun menyalamimu, terkadang aku tawasuli engkau orang tuaku sekalian..
Hanya bersimpati melihat kehawatiran si Hijau akan kering laksana daun yang tersengat matahari..

Didik Aku..
Tampar Aku..
Bila perlu Bunuh aku.. jika membuat daun tetap hijau berseri..
Aku sitaqlid yang masih rabun bahkan buta..
Nurani ini berkata dan kutulis dengan sederhana... demi kecintaanku akan Hijau daunku..

Engkau membuatku mengerti Hidup.
Engkau telah menjadi penunjang dan selalu menjadi konsumsi hidupku untuk aqidahku kelak di akhirat..
Aku benci pada politik yang kejam, tanpa melihat hakikat politik yang sebebarnya..
Aku benci pada warna bendera yang menunggangimu..
Aku benci pada maksud kuasa.. 

Nahdlatul Ulama adalah kebangkitan yang punya arah..
Kebangkitan pelurus makna Hidup dan pengukir sejarah.
Wahai Negaraku.. dan penghuninya...
biadablah aku karena belum berbakti padamu..
Wahai Pemimpinku.. jangan kalian tertawa.. mohon jangan tertawa..
Wahai Para ingin Kuasa jangan tunggangi kendaraan Suci apalagi sedang takberdaya
Hingga tak ada keberkahan bagi kita..
 
Aku takut hilang rasa Hormatku padamu wahai orang tuaku..
Aku tak ingin engkau bertengkar hanya karena perusak moral.. atau karena engkau telah berhasil diadu dengan orang tuaku yang lainnya..
Aku tak mengerti muktamar, karena aku bukan pakar..
Aku hanya mencari akar aqidah dan ku jatuh cinta pada Hijau seperti symbol orang tuaku..
Aku hanyalah pelaku maksiat, yang harus dijerat..
Aku ingat pada Tuhan Karena kau telah memperkenalkanku.. 

Aku ingin Damai..
Aku sudah tak punya orang tua lain yang bijak selain engkau..
Aku ingin aman.. Karena hanya engkau yang penuh dengan ketentraman.
Aku ingin hidup seyogyanya hidup, yakni pondasiku yang menghidupiku, teori sederhanaku hanyalah engkau penuntunku,, mohon kepadamu orang tuaku, jadikan aku anak yang terus menghormatimu,, 

Astaghfirullohal adzimm......
Astaghfirullohal adzimm......
Astaghfirullohal adzimm......
Astaghfirullohal adzimm......

Maafkan aku akan tulisan jelekku.. ini hanya sekedar durhatan Internet, dan aku menulis ini merupakan kepekaan fikirku melihat berita terkini mengenai para orang tuaku, dan doaku semoga tulisan ini menjadi wasiat bagi diri ini sendiri dan istiqomah sebagai hamba dalam beribadah, terlebihnya adalah semoga orang tuaku setia membimbingku dengan penuh kedamaian..

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..