DTA Kab Cirebon Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA"

Lembaga pendidikan yang sebetulnya di perhatikan dengan seksama, bahkan harus dijadikan prioritas utama program pemerintah sudah semestinya harus mendapatkan perhatian khusus, seperti yang dicanangkan pemerintah pusat, dari mulai kurikulum sampai pada tingkat teknis serta pembiayaan, hal tersebut sangat prinship dan perlu sebuah gebrakan yang istimewa demi mencerdaskan kehidupan bangsa, karena kelak anak-anak kita kedepan dapat mengisi Indonesia dengan bekal ilmu yang mapan sehingga tak ada lagi kebodohan, ketertinggalan, seperti saat ini kita serba tertinggal dengan negara lain dari berbagai hal, teknologi, pendidikan, informasi dan banyak lagi. untuk itu kedepan marilah kita jaga generasi kita dengan segala bentuk kegiatan terutama pendidikan hingga terwujud sebuah negeri yang penuh dengan ilmu dan pengetahuan dari berbagai sektor.

Dalam hal ini saya berbicara mengenai pendidikan Diniyah Takmiliah Awwaliah Kabupaten Cirebon, yang sampai saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, keberadaan diniyah yang masyarakat tahu adalah sekolah agama, dulu jaman tahun 90an lingkungan saya menyebut sekolah arab, dimana sebenarnya sangat berperan penting untuk diperhatikan lebih dalam, dari mulai pembinaan sampai pada pembiayaan, sebab dalam konteks ini pendidikan diniah secara garis besar tidak diragukan lagi manfaat serta peran yang saat ini telah tak terdengar kegiatannya, apakah memang sengaja dihapuskan atau dibiarkan, atau tidak paham, atau mungkin tidak ada yang mau mempelopori pendidikan diniah ini, khusunya dikabupaten cirebon. Memang Pemda kabupaten cirebon memberikan banyak perhatian seperti memberikan bantuan Operasional sebesar Rp.2000 perbulan untuk masing-masing siswa, dan program Beasiswa D1 untuk guru diniah (DTA). serta bantuan sarpras Rp. 5000.000,- bagi yang mendapatkan dan hanya kurangt dari 5% dari jumlah Madraah Diniyah yang mendapatkan bantuan tersebut. Sementara, jika dibandingkan dengan pendidikan Formal yang notabene jelas pengakuannya oleh pemerintah sangatlah jauh berbeda seperti MI (Madrasah Ibtidaiah) atau SD, yang setingkat dengan Diniyah tersebut.

MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliah Awwaliyah) berada pada naungan Kementerian Agama, yang memberikan Izin Operasional untuk menjalankan pendidikan diniyah tersebut, jika kita artikan secara bahasa Dinyah adalah Sekolah Agama, yang jika kita lihat dari makna itu sangatlah penting bagi orang tua dan pemerintah untuk menyekolahkan anaknya di tingkat diniah karena pendidikan Diniyah murni agama,  dan inilah pondasi masa depan bangsa sebagai ideologi yang mengikat secara menyeluruh dengan hal-hal lainnya.

Kenapa DTA Kabupaten Cirebon Tidak Kondusif.
Ini hanya catatan Kecil saya tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Pada dasarnya adalah tidak adanya sebuah langkah serius pemerintah baik kemenag yang menjadi penyelenggara atau pihak pemerintah daerah yang semestinya perlu adanya sebuah komunikasi dengan kemenag yang menangani hal ini secara khusus. Meskipun sudah diberlakukan Perda Kabupaten Cirebon Nomor 2 tahun 2009, dan Peraturan Bupati (Perbup) No 17 Tahun 2014 dikatakan pembelajaran Madrasah Diniyah Takimiliyah Awaliyah (DTA) sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang SMP. Namun sayangnya itu tidak terkontrol dengan benar, bahkan Dinas Pendidikanpun seolah-olah tidak memperhatikan hal itu jadi DTA Kab Cirebon itu Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA".

Bapak/Ibu yang terhormat yang memiliki kewengangan dalam hal ini..!!
  • Sepantaskah anak kita bermain Play Stations di siang hari?
  • atau Bermain lari-lari dan bergaul dengan lingkungan yang tanpa ilmu?
  • atau bermain kelereng, kartu, atau lainnya, yang bisa saja akan menanamkan watak judi kelak dia dewasa.?
  • atau anak-anak kita suruh tidur pulas disiang hari yang sebenarnya sangat luang waktu untuk belajar?
  • atau anak kita sudah diberi Gadget hingga malas belajar?
  • Ataukah dirumah Bapak/ibu tersedia Game Online?
  • Apakah anda diam melihat anak-anak kita menjadi orang tak memiliki bekal agama?
Sesungguhnya anda memiliki hati Nurani, yang mungkin belum sadar karena belum ada gejolak, dan belum merasa sensitif karena hal ini tidak pernah terlintas sedikitpun, atau pura-pura tidak tahu, namun jika dibandingkan dengan hal yang bermuatan Politis yang hingga akan mengancam karier anda, nama baik anda, kelompok anda, partai, golongan anda, maka anda langsung mensikapinya tanpa berfikir matang, Ingatlah Masyarakat itu lebih utama, bukan mereka yang selalu merekayasa keadaan, dan anda mulai terisolir oleh keadaan hingga melupakan kedudukan anda secara fungsi sebenarnya.

Bagaimanakah mensikapi hal ini.
Terutama dalam memajukan pendidikan agama (Diniyah Takmiliyyah Awwaliyah), Pemerintah sebenarnya lebih tahu apa yang mesti dilakukan, akan tetapi belum sadar dengan hal ini, tulisan ini hanya sekedar mengingatkan betapa banyak jumlah anak murid di Madrasah, yang mereka terkadang malas untuk berangkat ke sekolah lantaran tak ada guru, tak ada kepastian peraturan yang diberlakukan dengan tajam, tak ada yang mengiontrol, sehingga semua terkesan permainan, (sekolah bodo-bodoan), ini sangat memprihatinkan masa depan, Oh... Pemerintah yang terhormat berikan kebijakan yang luas untuk pendidikan, ingatlah pendidikan DTA yang menjadi dasar, bukan hanya pendidikan formal, anda mungkin sewaktu kecil pernah menjadi murid DTA, masa anda tidak ingat rasanya.

Lakukan sebuah komunikasi dengan kemenag Kabupaten cirebon, Pemda Kabupaten, Dewan Pendidikan, Komisi Pendidikan DPRD Kab. Cirebon, Forum FKDT, Profesor, akademisi, dan lain sebagainya. Demikian artikel tentang DTA Kab Cirebon itu Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA", Semoga mengingatkan pihak pemerintah yang memiliki kewenangan dan kebijakan, untuk para ustad pengajar DTA Maju terus dan jangan menyerah.!

Warga Kecamatan Kapetakan Lebih Baik Pindah Ke Indramayu

Setelah banyak terjadi ketimpangan sosial di kabupaten cirebon hal ini membuat banya sekali warga kabupaten cirebon mengeluh, lantaran kurangnya perhatian dari pemerintah, hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya di kecamatan kapetakan, yakni daerah perbatasan antara cirebon dan kabupaten Indramyu,. manufaktur kecamatan kapetakan yang mayoritas senang bergotong royong, dan kompak, menginginkan daerahnya maju sepertihalnya pada kecamatan-kecamatan lain, banyak faktor yang mengakibatkan mereka berasumsi negatif pada pemerintah kabupaten cirebon.

Kondisi situasi kecamatan kapetakan sangat mempertihatinkan,
Kapetakan adalah Daerah Paling Miskin Tertingal di CirebonSarana dan prasarana yang tidak mensupport kemajuan, belum lagi berbicara mengenai kemiskinan, seharusnya ini adalah sebuah tusukan bagi pemerintah daerah kabupaten cirenbon yang konon menurut warga tidak memperhatikan kecamatan kapetakan, bahkan sebagian dari mereka menyatakan lebih baik pindah ke Indramayu, atau Ke Kota dari pada dimiskinkan secara sistematis dan tersetruktur, Penulis juga obyektif dan beranggapan demikian, karena kapetakan merasa terjadi kecemburuan terhadap daerah lain, sedangkan melihat kecamatan lainnya yang maju, membuat warga kecamatan kapetakan menjadi terasingkan dari kabupaten cirebon itu sendiri. salah satu contoh yakni pada sebuah daerah terpencil yakni tepatnya di dusun dedali desa kapetakan kecamatan kapetakan kabupaten cirebon, infrastruktur jalan pertama sangat memperihatinkan bahkan seperti balong (sungai) disaat curah hujan turun, sedangkan jalan tersebut merupakan akses jalan pertumbuhan ekonomi, padahal jika di perbaiki jalan desa tersebut hanya 200 s/d 500 juta saja. kok pemerintah tidak memperthatikan itu.

Disaat musim kemarau, ini adalah sorotan utama warga kapetakan, karena mereka 8 dari 9 desa merasa tidak memiliki air bersih, jangankan perairan untuk sawah dan ladang, untuk MCKpun tidak ada, warga rela membeli air dengan harga lumayan mahal, yakni 1000 s/d 2000 per drigen (20 lt) sehari satu rumah bisa menghabiskan 20 drigen, bayangkan, sedangkan hal itu berlangsung selama berbulan-bulan. dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat mereka beralasan untuk pindah menjadi warga Indramayu. Warga Kecamatan Kapetakan Lebih Baik Pindah Ke Indramayu


Melihat Kecamatan Krangkeng yang maju.
Kecamatan Krangkeng merupakan daerah perbatasan Indramayu dan cirebon, krangkeng yang maju berbeda dengan kapetakan padahal jika dilihat secara global cirebon dan indramayu cirebon lebih maju, namun di kapetakan cirebon jauh tertinggal dengan kecamatan krangkeng, beberapa faktor yang menjadikan nilai sebuah kemajuan kecamatan krangkeng dan kapetakan, silahkan baca disini..
Hingga banyak warga kapetakan menginginkan pindah Ke Indramayu khusunya desa Kapetakan, Bungko dan sekitarnya. maka itu pemerintah daerah perlu diadakannya kunjungan di daerah perbatasan tersebut. agar dapat menilai dengan jelas.

Daerah Paling Miskin Tertingal di Cirebon

Penulis mencoba mendalami  serta memahami sebuah realistis keadaan kabupaten cirebon, meskipun penulis bukanlah seorang pejabat daerah, atau seorang bupati, atau DPRD Kab Cirebon, akan tetapi sekedar memberikan sebuah kenyataan dan realita agar semua orang dapat melihat dan merasakan betapa sebuah daerah dalam notabene tertinggal, terpencil, terisolir ini adalah tamparan bagi mereka para pemegang kebijakan pemerintah, Kenapa?,, Karena ini merupakan problem sosial, yakni secara garis besar daerah itu adalah daerah yang mesti diperhatikan dan jauh dari sebuah kempanan dalam kehidupan. berbicara kondisi situasi kabupaten cirebon khususnya daerah yang tertinggal termiskin tersebut, sangatlah memperihatinkan, adapun penulis akan mengkaitkan metodelogi sosial, atau standarsasi ketertinggalan sebuah daerah, dilihat dari sudut pandang ekonomi, pendidikan serta kedepan.

Saya memberikan sebuah daerah yang dinyatakan daerah tertinggal dalam hal ini adalah Kecamatan Kapetakan, mungkin selaun kapetakan ada juga beberapa daerah yang tertinggal lainnya seperti daerah perbatasan, seperti Losari, namun melihat kondisi dilapangan Losari akan maju di tahun-tahun kedepan karena kawasan Cirebon timur banyak pembangunan perusahaan, serta banyak para investor yang melirik kawasan tersesbut, berbeda dengan di kapetakan, yang sangat jauh dengan pembangunan dan bukan menjadi skala prioritas pembangunan daerah, bukan hanya itu, kapetakan juga masuk dalam katagori kawasan merah yakni rentan dengan prilaku kriminal, atau daerah yang terkesan sangar, galak, keras, mungkin hal ini perlu dikaji ulang dengan penilaian tersebut, adapula kenyataan dilapangan kenapa demikian, sangatlah banyak faktor yang menjadi alasan tersebut, antara lain karena orang pantai, pengangguran.

Adanya pemekaran antara kecamatan suranenggala dan kapetakan membuat kapetakan semakin parah, dengan demikian ketertinggalan semakin jauh dari sebuah aspek pembangunan, dalam tanda kutip Suranenggala terbantu secara umum secara pembangunan oleh daerah lainnya yang tergabung menjadi kecamatan suranenggala. seperti adanya pasar daerah/tradisional, Pasar celangcang, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat, berbeda sebelum celangcang masih masuk dalam kecamatan kapetakan. inilah yang penulis maksud dengan isolir (terisolasi).

Adapula mengenai pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Kapetakan tergolong sangat lambat, beberapa bangunan rumah yang seperti dahulu atau semi permanen menjadi permanen di wilayah kapetakan tersebut dikarenakan banyaknya angka TKI yang bekerja di luar negeri. Terlepas dari tulisan ini, penulis bermaksud untuk mengingatkan pemerintah atau membuka mata sosial untuk membangun daerahnya, bisa kita lihat sendiri dengan wilayah tetangga, yakni kabupaten indramayu tepatnya di kecamaran krangkeng, disana terlihat maju, dilihat dari sarana dan fasilitasnya, contohnya jalan yang sudah baik, infrastrukturpun lengkap, bahkan jika pembaca lewat di area kapetakan dan krangkeng perbedaan sangat terasa seperti peneragan jalan raya yang mana Indramayu lebih mengutamakan hal tersebut, Juga jika dipagi hari pembaca melihat anak-anak sekolah yang bersekolah di krangkeng, bukan bersekolah di daerah kapetakan sendiri, sungguh penulis merasa tersindir.

Kenyataan ini menimbulkan banyak asumsi miring oleh masyarakat kepada pemerintah termasuk penulis, yang mungkin adanya sebuah pembiaran secara sosial, atau pemerintah belum membuka mata dengan kondisi ini yang seharusnya perlu diutamakan dengan daerah lainnya di kecamatan lainnya di cirebon, untuk itu kepada pejabat yang memiliki kewenangan diharapakan untuk membangun kapetakan lebih maksimal, dan secara tekhnis perlu diadakan kajian reset, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan daerah kecamatan tersebut. Baca Juga Artikel berikut :
Daerah Paling Miskin Tertingal di Cirebon

Cirebon Nanti Mekar dengan sendirinya Jangan Hawatir......!!!

Malas sebenarnya corat coret yang kaya gini, akan tetapi sbelum saya tidur sedikit saya ingin menulis mengenai pemekaran cirebon atau isu pemekaran cirebon menjadi Provinsi, atau cirebon akan dimekar seperti halnya ciamis yang saat ini sudah dimekar menjadi dua yakni pangandaran. Nah. sekarang tentang cirebon, saya asli orang cirebon dan awam administratif atau aturan pemekaran kaya gimana, akan tetapi saya memiliki keyakinan bahwa lambat laun cirebon pasti mekar dan memisahkan diri dari jawa barat, ini pasti terjadi secara alamiah, dan sisi administratif tidak lagi saling kuat-kuatan, karena jika daerah sudah banyak penduduk, kompetensi sudah mapan, dan lain sebagainya, seperti halnya seorang anak yang apabila sudah dewasa maka dia akan mandiri, mungkin cirebon juga akan mandiri dan itu adalah alamiah.

Saya sangat kurang setia dengan berita pemekaran walaupun beberapa artikel blog ini ada sekilas baca-bacaan mengenai pemekaran, mungkin saya sedikit kurang cocok aja dan merasa memiliki moral melihat kondisi ketimpangan sosial dicirebon yang kian menjadi-jadi, seolah-olah terjadi pembiaran, mungkin ini hanya sebatas pemikiran saya saja, akan tetapi saya melihat banyak gejolak pada berita, baik dunia maya, elektronik, cetak dan sebagainya, terutama jika berbicara mengenai politik kabupaten cirebon atau kota cirebon, ini aneh sedulur...

Pemekaran Cirebon - Peta Cirebon - Jabar

10 Kalimat Grasak-Grusuk NGIRAB mengenai Kemandirian..

  1. Seorang anak yang berusia 10 tahun tidak mungkin dilepaskan oleh orang tuanya begitu saja lantaran dia belum mampu mandiri...!!
  2. Seorang Anak yang sudah saatnya mandiri mungkin saja belum bisa diperbolehkan mandiri lantaran orang tuanya masih memerlukan bantuannya (belum boleh nikah)
  3. Seorang anak sudah memisahkan diri (menikah) tapi masih merepotkan orang tuanya..
  4. Orang tua lebih bijak dari pada anaknya karena orang tua memiliki naluri yang kuat dari pada anaknya yang arogansi tinggi. 
  5. Seseorang ingin mandiri karena hasutan (Propokatif) dari teman, atau orang yang memiliki kepentingan, 
  6. Bisa saja ingin mandiri karena sudah merasa kaya, mampu kemudian menyerang dan bersaing, namun yang parah jika hal ini dikendarai oleh Nomor 5
  7. Orang tua dan anak meskipun mandiri tetaplah hubungan tidak pernah terpisahkan.
  8. Sebuah kemandirian itu penting, tetapi bukan Kepentingan atas nama kemandirian.
  9. Orang tua akan merelakan anaknya bahkan melepas anaknya untuk mandiri. jadi Cirebon Nanti Mekar dengan sendirinya Jangan Hawatir......!!!
  10. Semua orang ingin mandiri tapi kadang tidak mau berusaha, yang berusaha dia terkadang lalai dengan tujuan awalnya, apalagi kalau sudah jaya, kaya, seperti cerita Qorun,
Entahlah saya menulis apa kali ini, yang jelas 10 poin diatas adalah sebuah kiasan kalimat saja, dan entah apa bahasa yang lebih tepat, "Mandiri atau Berpisah" ini adalah sebuah ungkapan hati bisa juga curhatan internet saja, saya sendiri berharap khusunya untuk cirebon, mari kita wujudkan persatuan walaupun sudah berpisah dan sudah pada mandiri.. hahaa... Hahaha... bersatu untuk bersama-sama maju..!!! baca dibawah ini :

Music Kas Cirebon | Gardu Music | Lagu Cirebonan

Tradisi daerah cirebon yang saat ini sudah jarang digandrungi lagi oleh masyarakat khususnya para pemuda, mereka lebih memilih tradisi kemasakinian, masa kekemasan Cirebon pada saat itu hanya tinggal sebuah cerita, setidaknya pada artikel ini saya memberikan sebuah kenangan memalui music-music khas daerah cirebon, yang kiranya dapat membawa kecintaan pada cirebon, baca juga artikel ini Organ dangdut cirebon dermayon jadi ikon hajatan. selanjutnya. Sebuah Jempol yang perlu kita banggakan pada Komunitas Gardu Music Cirebon ini, memiliki bentuk kreativitas Music yang sangat berkarakter dan membawa warna music yang kental dengan cirebon, budaya yang dijaga dibalut dengan music modern penuh dengan tradisi tanpa meninggalkan etnik cirebon otu sendiri, beberapa larya Midi Music yang produksi sebagai music kreatif ini wajib anda dengarkan, sebuah kekayaan tradisi cirebon serta budaya tarling yang saat ini orang cirebon sudah jarang orang meminatinya, dengan mendengarkan karya music etnik ini anda akan merasa cirebon banget,,, pada artikel ini saya mohon izin kepada Om Iday Yadi (Ruh Gardu Music itu sendiri) sosok Inspirator music yang sangat mapan dengan bidang keahliannya bermain musicnya, serta didukung dengan kemampuan mengoperasikan alat teknologi yang berbasis komputerisasi khusunya di dunia design, sound product dan sebagainya... berikut beberapa karya music  Mp3 gardu yang saya publisdibawah ini :

Komunitas Music Cirebon Gardu


Demikian beberapa lagu karya creative Om Iday Gardu Music Cirebon yang saya share pada kesempatan artikel ini Music Kas Cirebon | Gardu Music | Lagu Cirebonan, silahkan download, salam rojay creative blog anti Galau.

Pemerintah Belum Sensitif pada Rakyat

Berpolitik adalah kebutuhan hidup danmenjadi sarana untuk menuju sebuah kepentingan, mengartikulasikan politik sederhanya adalah sebuah taktik (proses) mencapai sebuah tujuan, itu merupakan makna umum, akan tetapi saya mengikuti arti politik pada konsepsi masyarakat saat ini, yakni politik adalah President, DPR, Bupati, Partai, Kampanye dan segala sesuatu yang mengarah pada pemerintah, saya tidak mau ribet mengartikannya, akan tetapi lebih pada analogi dan pemikiran saya pribadi yang pebuh dengan keterbatasan ilmu dan kedangkalan berfikir, akan lebih adil dan bijak apabila pembaca membaca ini secara seksama dan mencoba masuk dalam sebuah etika yang terjadi pada alur pemerintahan yang berkuasa saat ini, pada artikel ini saya akan mengarah pada sensitifitas pemerintah sebagai dasarnya, yang nantinya akan mengarah pada politik sebagai sarana dan wahana sensitif tersebut.
Pemerintah Masakini
Sensitifisme adalah kepekaan manusia.
Perasaan pada hati seseorang bukan lagi hal yang aneh, karena secara lahiriah sudah di ciptakan dan menjadi kondrat, alat indera ini tidak terlihat akan tetapi dirasakan secara dahsyat karena berkaitan dengan nurani manusia, saya berpendapat sensitif adalah sesuatu yang menyentuh lubuk paling dalam hati manusia dengan rasa yang dirasakan dalam hati itu sendiri, beberapa hal yang mesti di ingat adalah sensitif merupakan makna reltif tergantung pada menempatkan perasaan tersebut, contohnya seseorang akan sensitif apabila di singgung dengan perbuatan, bahasa, sebelumnya saya pernah menulis artikel berikut Bid'ah adalah bahasa sensitif, berarti makna ini merupakan sebuah sandaran berfikir, bergelut, yang menjadi sebuah kebiasaan seseorang terhadap sesuatu yang disandarkan. Kepekaan juga adalah buah perasaan yang miris atau tidak setuju, kontras, konflik dan lainnya, inilah perasaan dalam manusia yang dibawa sejak lahir.


Berbicara sensitif dan pemerintah
Apabila seseorang sudah menjadi kebiasaan berfikir dan selalu mengonsumsi hal-hal yang menjadi kebiasaan maka itu akan menjadi karakter yang baku, sebab dalam dunia ini merupakan candu. Saya melihat saat ini sensitif pemerintah terhadap masayarakat kurang begitu mengena, mereka (pemerintah) sensitif dengan apa yang meraka kerjakan yang berkaitan dengan politik, contohnya perebutan kursi kekuasaan bahkan yang lebih ironisnya adalah merebutkan Proyek daerah yang esensinya adalah uang dan uang, itu semua berlaku pada saat ini, sedangkan melihat kemiskinan di masyarakat mereka kurang begitu sensitif. Berbagai bukti dari banyak kasus dilapangan seumpanya seorang bupati atau DPR tatkala di beritakan miring tentang dirinya maka akan merah atau merasa risih padahal pemberitaan tersebut obyektif, sedangkan tatkala melihat kemiskinan yang sangat diperlukan tindakan mereka para pejabat mereka mengulur waktu dan sebagainya.

Baca juga artikel berikut, Ketimpangan Sosial Di cirebon, Wali Kota dan Prestasinya Masyarakat dan Laparnya

Kos Kosan Kumpul Kebo di cirebon Perlu Disikapi

Pengembangan pembangunan cirebon sebagai kota metropolis saat ini mengalami kemajuan yang signifikan. masyarakat cirebon harus siap mental dalam mengahadapi kenyataan ini, cirebon kota timur jawa barat saat ini ramai dikunjungi banyak pendatang dengan segala macam kepentingan, secara otomatis perubahan sosial akan cepat di cirebon, apalagi letak cirebon adalah daerah transite dari timur menuju jakarta, Nah.. bagaimana dengan kenyataan tersebut dan apakah yang mesti dilakukan oleh masyarakat? setifdaknya perlu persiapan matang dan jangan menjadi penonton belaka, atau hanya sekedar menjadi tuan rumah yang tidak mengerti segala perkembangan yang selama ini terjadi.

Kos-Kosan Mesum di cirebon

Dari segi kemajuan pembangunan di cirebon ternyata banyak sekali perkembangan kondisi daerah terutama di kawasan samping kota, yakni banyak dibangunnya kos-kosan yang dijadikan tempat tinggal sementara bagi mereka yang bekerja, kuliah, atau lainnya, sepertinya ini perlu diawasi secara jelas dan perlu dberlakukan sebuah langkah kongkrit untuk mencatat siapa saja yang bermukim dikosan tersebut, sebab banyak sesuatu yang miring dan banyak pula yang tertangkap basah beberapa pasangan bukan suami istri di kosan tersebut yang tinggal satu komplek, ini hal yang sangat memalukan, sekarang kembali kepada pemerintah pejabat daerah cirebon, bagaimanaklah cara mengangani hal demikian.

Menurut saya hal in perlu disikapi, dari awal mulai pembuatan Izin  Usaha Koms tersebut, atau memantau langsung serta memungsikan komponen perangkat kelurahan, RT, RW dan sebagainya, bisa jga menggunakan beberapa OKP, LSM, Aktivis dan Aksi sosial lainnya, setidaknya jika di lakukan sebuah pendataan keluar masuk penghuni kosan tersebut, maka akan tercatat secara detail, kemudian di berlakukan sebuaturan dan kebijakan kepada pemilik kosan, ini bukan kabar yang aneh akan tetapi menjadi sebuah rahasia umum, walaupun kerap kali dilakukan swipping serta razia oleh satpol PP, atau aparat Kepolisian serta gabungan namun hal ini tidak membuat efek jera mereka para pelaku seks bebas tersebut, Demikian curhatan Internet kali ini tentang Kos Kosan Kumpul Kebo di cirebon Perlu Disikapi dan semoga dapat dijadikan asumsi serta menjadikan sebuah pemberitaan yang menjadikan Cirebon agar bersihj dari esek-esek cirebon yang menghawatirkan tersebut. Baca juga ini Tips Memilih Kosan Aman Untuk Putera Putri Anda

Kemiskinan di Cirebon Pemerintah Belum Realistis

Langkah meningkatkan ekonomi masyarakat sudah menjadi kewajiban Pemerintah, persoalannya adalah problem sosial bukan Individual, jelasnya mengenai problem sosial "apabila kemiskinan dari suatu daerah adalah sebagian besar itu berarti problem sosial" contohnya di daerah kapetakan warga miskin rata-rata 80% berarti ini merupakan problem sosial bukan Individual, pernyataan tersebut dikembalikan kepada pemerintah sebagai pelaku kewenangan, sebalik jika kemiskinan lebih sedikit dari kelas ekonomi di daerah tersebut itu merupakan problem individual, kongkritnya dalam sebuah anologi lainnya adalah sebagai berikut seumpama di satu kelas berjumlah 30 siswa dan ternyata 20 orang dari siswa tersebut bodoh berari itu merpakan problem sosial dan untuk mensikapinya dikembalikan kepada lembaga sekolah tersebut, namun jika yang bodoh hanya 2 atau 3 atau 5 itu adalah prolem Individual, berarti permasalahan berada pada si anak didik tersebut, jika ampai 20 siswa bodoh (nilai raport) tidak memenuhi standar sama dengan metode pembelajaran entah dari guru atau menejmen sekolah tersebut kurang benar. begitu juga jika dianalogikan pada kemiskinan.

Konteks Meningkatkan Ekonomi daerah pada suatu desa banyak hal yang meski dicapai oleh pemerintah salah satunya adalah membuat lapangan usaha yang luas untuk daerah tersebut atau memberika pinjaman modal usaha kepada masyarakat, dan lain sebagainya, beberapa kasus dimasyarakat jika di analisa secara detail dengan melakukan riset yang benar-benar realistis maka semua mengarah kepada problem sosial, maka pemerintah segera melakukan langkah-langkah kongkrit kepada masyarakat, kembali kepada sample salah satu daerah di cirebon yang notabene tertinggal jauh dengan daerah lain seperti di kecamatan kapetakan, sudah barang tentu itu merupakan pekerjaan awal yang segera diselesaikan, berbeda dengan daerah cirebon yang lainnya, memenglah semua membutuhkan proses yang mesti dilkukan, akan tetapi setidaknya memerlukan kajian daerah terlebih dahulu. 

Pengentas kemiskinan adalah kewajiban pemerintah untuk memperbaikinya secara tekhnis, metode, dan lain sebagainya kembali kepada para pemengku kebijakan tersebut, beberapa faktor kemiskinan di daerah cirebon utara yang lainnya adalah daerah perbatasan seperti cirebon timur. kemungkinan-kemungkinan terjadi merupakan hasil dari sebuah analisa dan pemikiran kemudian mengerucut pada permasalahan secara prinship, dalam rangka mengentas kemiskinan bukanlah hal yang sederhana akan tetapi perlu waktu yang lebih spesifik serta dengan menjadikan sebuah pekerjaan kongkrit yang meski di fikirkan secara serius.

Daerah termiskin do cirebonDewasa ini kemapanan berfikir masyarakat lebih peka terhadap isu sosial, mereka yang memiliki Intelektualitas tinggi sangat prihatin melihat keadaan ketimpangan sosial di cirebon, segala macam bentuk gerakan, mobiltas, dan lainnya banyak dilakukan oleh banyak intelektulistis di cirebon seperti para aktivis, LSM control sosial cirebon, Tokoh Masyarakat, namun mereka hanya bisa mengantarkan dan mengawal kenerja pemerintah bukan mengeksekusi, berarti semua dikembalikan kepada pemerintah, sekarang pertanyaan yang paling mendasar adalah sensitfkah pemerintah melihat, mendengar, hal demikian, atau jangan-jangan tidak mendengar, melihat sama sekali, melainkan disibukkan dengan politik. Demikian artikel ini saya buat kiranya kepada pemerintah semestinya lebih kongkrit dalam mensikapinya mungkin Kemiskinan di Cirebon Pemerintah Belum Realistis mensikapinya.

Jendela Desa Cirebon Media untuk Rakyat

Lahir dari pemikiran yang peka terhadap ketimpangan sosial di cirebon, hingga menimbulkan buah konsepsi serta analogi guna merekonstruksi ketimpangan sosial tersebut, banyak hal yang mesti dibicarakan seiring dengan persoalan yang kian memuncak akan tetapi tertutup rapat persolan tersebut hanyut di telan konflik sosial lainnya. garapan masa depan guna mengawal alur kesenjangan sosial di Masyarakat, hal tersebut datang dari berbagai element masyarakat yang memiliki pemikiran lebih atau intelektualitas yang mapan, dari berbagai kalangan seperti LSM (lembaga Kontrol Sosial) di cirebon, Aktivis, Tokoh Masyarakat, Politikus, dan sebagainya, yang pada esensinya adalah bagaimana merangkai konstruksi masyarakat hingga muncul kenyamanan dalam hidup bersosial.

Dewasa ini banyak hal khususnya di cirebon terutama konteks pembangunan daerah yang saat ini pesat berkembang, bahkan isunya akan dijadikan centra Asean, cirebn yang saat ini tumbuh dengan pesatnya banyak sekali hal yang terlupakan yakni daerah pedesaan yang tidak tersentuh. sedikitnya komposisi serta asumsi yang selama ini di cerna oleh para aktor intelektual sejatinya melangkah dengan berbagai macam kepentingan yang bersifat umum untuk masyarakat. Wacana yang dibentuk sebagai kiprah sebuah pemikiran yang disatukan pada kelompok sosial (sosial engginering) mengacu bagaimanakah agar problem sosial di cirebon khususnya dapat teratasi sedikit demi sedikit, banyak hal yang dilakukan oleh para sosialis guna mengakselerasikan pada pola kenyamanan dan keindahan untuk masyarakat, salah satunya adalah membentuk Media Jendela Desa di Cirebon. Demikian tidak meninggalkan aturan yang manjadi landasan hukum dalam sebuah organisasi.

Koran Jendela Desa Cirebon
Media Jendela Desa yang berkiprah kurang lebih 3 tahun keblakang mengalami proggres yang sangat signifikan sebab mengantarkan kepentingan umum serta memberikan informasi publik yang berimbang, Jendela desa sendiri didirikan di Bandung, kemudian saat ini di Cirebon mulai merintis, mengutaman moral serta prinship dasar PERS Jendela Desa Cirebon dengan sangat Optimis mampu mengantarkan masyarakat serta memberikan Informasi kepada masyarakat Cirebon, melalui gerbang Kepentingan kepedulian sosial dari Desa yang selama ini banyak terjadi ketimpangan sosial disana, didirikannya cabang (biro) Jendela Desa di cirebon sebagai wujud langkah kongkrit membangun Desa dengan sebuah Informasi dan Opini yang bijak dari sebuah media sebagai mediasinya. untuk itu kepada masyarakat cirebon harus siap mental membangun daerahnya khususnya bagi warga pedesaan yang jauh mengakses berita, informasi, kesempatan, peluang, menyuarakan, mengeksplorasi keberadaan desa seperti kekayaan, produktivitas, garapan ekonomi dan sebagainya. inilah Jendela Desa Cirebon Media Untuk Rakyat.

Tempat Karaoke di cirebon banyak juga

Sebuah kemajuan daerah seperti kota cirebon yang akan menjadi kota metropolitas ini sangat berkembang pesat, banyak bermunculan gedung-gedung tinggi yang dewasa ini membanjiri kota cirebon dan sekitarnya dibangun dan tak dapat dihentikan, kebanyakan pembangunan Hotel berbintang di cirebon menjadi topik utama pembangunan di kota tersebut, kawasan transite memang harus diutamakan bangunan untuk penginapan, mungkin itu tujuan para investor membangun Hotel-hotel berbintang di cirebon kota timur jawa barat ini, menyusul akan dibangunnya Pelabuhan Cirebon yang akan menjadi Pelabuhan bertaraf Internasional, serta Akan dibuka aksesnya Tol Palimanan Cikampek, kemudian Bandara Internasional Di Majalengka, membuat Cirebon akan kebanjiran pengunjung dari berbagai daerah kedepan.

Tempat Karaoke di cirebon

Terlepas berbicara mengenai hal tersebut, dan kembali pada pembangunan yang kian maju serta terus menerus berlangsung, ada sisi unik yakni seiring dengan berkembangnya Pembangunan Gedung Kokoh terselip Pula berbagai macam Hiburan Malam Seperti Tempat Karaoke, Bar di kawasan Beber Gronggong menuju kuningan, serta beberapa tempat lainnya.

Terlitas dalam benak saya, apakah sudah semestinya demikian apabila Kota yang akan maju secara otomatis banyak pula hiburan malam sebagai sarana rekreasi kebutuhan para hidung belang, atau sarana yang disediakan khusus untuk meramaikan Kota agar terkesan tidak sunyi dan senyap, beberaa tempat karoeke dicirebon terbilang sangat ramai, seperti Avita, Liberty, Inul Vista, Wahaha, Happy Pappy, Panda, Diva Karaoke, Fantasy serta beberap lainnya Hotel yang memiliki Falisitas Demikian, beberapa tempat karaoke tersebut dibangun dengan megah dan beralih menuju keatas yakni kawasan selatan cirebon tepatnya di daerah gronggong Beber disana terlihat beberapa tempat Hiburan malam dengan dilengkapi banyak varian istimewa hmmm ternyata tempat karaoke di cirebon banyak Juga, disana pula terkesan sangat eksklusif dan mewah, bagi saya pribadi hal itu sah-sah saja, asalkan tidak mengganggu sosial lapisan masyarakat pada umumnya, lagipula tempat-tempat tersebut ramai dikunjungi pada waktu malam hari, mengenai perihal minuman keras, tempat esek-esek yang menghawatirkan dan sebagainya itu berkaitan dengan kontrol pemerintah, serta peran masyarakat yang ikut serta andil dalam pembangunan kemajuan Kota cirebon Sebagai Kota metropolitan, disisilain masyarakat cirebon juga harus siap mental menghadapi hal demikian.

Sebenarnya saya pribadi sangat prihatin melihat kondisi ketimpangan sosial di cirebon, karena banyak pula beberapa daerah yang tidak tersentuh sama sekali mengenai pembangunan daerah tersebut seperti pada daerah-daerah perbatasan yakni di wilayah Kabupaten Cirebon seperti kawasan daerah cirebon Utara yang saat ini sangat memperihatinkan, dari mulai Infrastruktur sampai pada akses jalan belum juga berbicara ekonomi, tingkat Hedonisasi dan streshing kemacetan Kota Cirebon sudah mulai dirasakan apalagi disiang hari seperti jam pulang kerja dan pulang sekolah dipertengahan hari. Demikian Artikel ini saya tulis dalam Situs Rojay Creative Blog Anti Galau ini sebagai bentuk curhatan Internet, semoga beberapa hiburan malam di cirebon dipergunakan sebagaimana mestinya dan tanpa disusupi beberapa hal miring seperti pada artikel saya sebelumnya yakni Cirebon dan Lokalisasi PSK, kemudian khususnya mengenai tempat Kareoke di cirebon kiranya jangan dijadikan jasa konspirasi seperti beberapa wanita malam yang menyamar sebagai Pemandu Lagu Karaoke di Kota Wali tercinta ini.

Alkhmdulillah Batik Cirebon Banyak Apresiasi

Budaya yang sangat kaya serta karya yang mewah banyak dilakukan di cirebon, dengan estimasi waktu, pemikiran, dan terus berkarya menjaga nama besar kekayaan daerah, para pengrajin batik di cirebon kini sudah menemukan jalan meskipun kurang bgitu maksimal, beberapa tahun keblakang cirebon kini maju dan menjadi kota metropolis yang terus berkembang, berdatangan para investor yang masuk ke cirebon baik di kota mauoun kabupaten membuat cirebon menjadi membuka lebar mata, dan akan luasnya lapangan kerja di cirebon, contoh kecilhya adalah pembangunan pasar batik di trusmi cirebon yang sudah rampung hal demikian akan menjadi banyak pengunjung serta budaya akan tetap terjaga inilah kekayaan Indonesia dan hasil dari karya yang mahal dilakukan oleh para pendahulu kita.

Batik CirebonSebuah apresiasi yang sangat banyak bermunculan dari berbagai macam kalangan, baik bertujuan bisnis maupun dari pemerintah daerah dan pusat, batik cirebon yang terkenal adalah mega mendung yang anggun serta penuh dengan makna filosofi yang indah, menjadi salah satu simbolis cirebon itu sendiri, kebudayaan yang sangat kaya raya ini kini menjadi komersialisasi bagi masyarakat, kedepan diharapkan menjadi kemajuan ekonomi tersendiri bagi warga cirebon dan sekitarnya, dan bukan hanya di trusmi di ciwaringinpun ternyata ada batik khas daerah ciwaringin, ini juga sebuah bukti bahua cirebon kaya akan seni batik, dan masih banyak lagi yang belum tercatat, admin rojay creatif meyakini banyak karya yang belum saja muncu dari cirebon khusunya seni gambar. seperti pada daerah cirebon utara yang kaya akan pelaku seni.

Apresiasi dari orang-orang terkenal seperti menteri, Artis dan banyak lagi adalah sebuah harapan besar bagi warga cirebon untuk memajukan kreatiitas dan menambah semangat untuk berkarya, Kini cirebon kota kecil di timur jawa barat tidak lagi dianggap sepele, sebab daerah ranslite yang satu ini, perlu juga adanya sebuah tempat khusus wisata seni, agar kelak cirebon menjadi kota yang penuh budaya, dan secara tidak langsung dapat menumbuhkan ekonomi yang maju hingga mengikis sebuah ketimpangan sosial di cirebon yang selama ini muncul pada permukaan publish, semoga pemerintah menyadari dan mendahulukan tanggung jawabnya kepada masyarakat hingga kenyamanan menjadi masyarakat Indonesia dijamin oleh keagungan pancasila di seluruh bumi Indonesia tercinta ini, Cirebon yang dulunya sebuah negara kini akan lahir sebagai kota yang maju dan jaya seperti dahulu jika semua dijakankan dengan benar dan para eksekutor pemerintahan memahami demikian,,, Jika anda ingin belajar membuat batik cirebon dengan Corel Kunjungi Ini Cara membuat batik cirebon dengan corel.

Komunitas Blogger Cirebon - Pada Ngopi

Pagi cerah saat ini penuh dengan segala keperluan sederhana hingga masih sempat tangan ini menulis sebuah artikel, topik yang terbahas dalam rojay creative pada kali ini sekedar mengisi pagi dengan ala curhatan di internet terutama dari obrolan dengan teman blogger tadi malam sekitar sepuluh blogger Newbie yang tidak mengerti dunia program, script dan apalah itu (istilah internet), obrolan dimulai dari pukul 8 malam ba'da Isya' hingga larut malam, disuguhi kopi rokok, dan beberapa cemilan yang khas hingga sampai pada makan malam. tempat ngobrolkan berpinah-pindah dari tempat A ke tempat B. sampai sampai tak terasa waktu pagi menjemput tanpa permisi.

Bermacam- macam obrolan yang dibahas dan bukan hanya pada tema mengenai Blogger saja, akan tetapi jauh kemana-mana, dari obrolan tentang Google Adsense, Cara membuat Website, Ngobrolin para blogger sukses, sampai ngobrolin perasaan cinta dengan seseorang, kumplit, politik, budaya, etnis, ekonomi, dan sebagainya, akan tetapi sedikit banyaknya membicarakan tentang merencanakan membuat Komunitas Blogger Cirebon untuk kedepan, saya sendiri malas dengan bahasa Komunitas soalnya akan membuat seseorang menjadi fanatisme satu golongan saja, akan tetapi dari obrolan demikian temanya jadi saya hanya sekedar mengiyakan saja, sisi lain saya kurang begitu banyak waktu yang luas untuk membicarakan ngeblog ditambah dengan kemampuan yang serba terbatas. Apalagi melihat mereka teman-teman semuanya adalah blogger Newbie, hahaaa semakin ga punya mental.. inilah saya seorang Rojay Creative blogger newbie dengan berbagai cerita.

Mengenai bagaimanakah blogger Cirebon,? Saya sendiri tidak terlalu tertrik kalo arahnya adalah mencari bisnis Online dengan dijadikan sebuah oenghasilan tetap, apalagi saya meskipun gimana-gimana kurang begitu respon dengan yang namanya sebuah organisasi yang bisa menjadikan sifat fanatik pada sebuah golongan, tetapi karena latar belakang kami pada malam itu berkumpul adalah orang-orang pergerakan di waktu kuliahnya setidaknya mengemas demikian dengan gaya sosial, educations, atau mencari pengalaman belaka, salah satu teman saya yang kebetulan berkumpul disana dia termasuk yang paling lumayan penghasilannya hingga perbulan dapat Pay Out 50 s/d 60 juta. hmmmmmmm,,,,,, saya sampai saat ini hanya sekedar ikut dalam kontek obrolan saja, mengenai membuat Komunitas Blogger Cirebon mungkin saya masih fikir-fikir karena Blog bagi saya adalah tempat rekreasi online. Rojay Creative Menikmati ngeblog menyenangkan ... Namanya juga Obrolan dengan sebatang rokokpun ga ada henti-hentinya, itulah manfaat Rokok.. hehee

Masyarakat Cirebon Harus siap Mental

Kebanjiran banyak pembangunan yang terlihat secara kasat mata, banyak para Investor yang melirik Cirebon untuk berinvestasi, beberapa titik kawasan yang saat ini tengah mengalami perubahan-perubahan diantaranya kawasan Industri di Cirebon Timur, Kawasan Metroplis di Kota Cirebon, bahkan banyak pula yang melirik di kawasan Beber cirebon selatan perbatasan daerah kuningan sebagai wilayah pariwisata, dan banyak lagi kemungkinan besar Cirebon akan menjadi kawasan yang menjadi sebuah market Nasional. Sebuah Kota kecil yang menjadi daerah transite pulau jawa dari Timur menuju jakarta tersebut tidak menutup kemungkinan Cirebon akan menjadi ramai, apalgi Kepadatan Jakarta sekarang yang tidak bisa tertampung, ditampah pembangunan Proyek Tol Cikapa (Cikampek Palimana), Bandara Internasional di Majalengka dan Pembangunan Pengembangan Pelabuhan Cirebon yang juga bertaraf Internasional yang saat ini sedang dan akan berlangsung, ini juga menambah aspek tranfortasi darat laut dan udara semakin mendukung.


Kenapa Masyarakat Cirebon Harus mempersiapkan Mental..?
 
Berkaca pada sebuah Ilmu Sosiologi yakni perubahan Budaya salah satunya yang paling drastis adalah perubahan teknologi, transportasi, dengan adanya 2 efek besar tersebut setidaknya mentalitas masyarakat untuk tetap menjaga Nilai sebuah kultur budaya yang perlu di jaga karena sejatinya manusia yakni tahu asal usulnya, siapa yang menciptakan, dari mana asalnya, bagaimana sejarahnya, siapa yang membuatnya demikian, dan lainnya, singkatnya banyak sekali perubahan dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun itu, karena seiring dengan inovasi dan perkembangan pola fikir manusia itu sendiri dan ini adalah teori baku secara sosial. Perlu di tekankan kepada Masyarakat mengenai Mental yang harus di kuatkan yakni mengihindari kepunahan budaya cirebon, apalagi cirebon dikenal sebagai Kota Walinya, bila perlu jadikan itu sebagai Jargon agar cirebon salah satu kota prinsipil (beridentitas) berciri di Indonesia dan bukan hanya gambaran abstrak, contohnya, cirebon yang berjargon Kota Wali tapi tidak menunjukkan nilai Kewalian atau kurang bahkan tidak sama sekali, Cirebon menjadi Kota Udang tapi udangnya atau sejenis udang, kongkritnya Nelayan banyak yang dikecewakan contohnya daerah nelayan yakni Bungko, Bondet dengan sejarahnya, dan  Lainnya.

Masyarat Cirebon seharusnya lebih dewasa dalam mensikapi kemujaun tersebut, banyak faktor yang nanti akan terjadi pada cirebon dan akan berefek pada moral serta sosial yang sangat signifikan. Mencermati beberapa perkembangan diwilayah Cirebon sebagai Kota Timur Jawa Barat, Dewasa ini banyak terjadi ketimpangan sosial didalamnya dalam arti kata, orang-orang cirebon hanya menjadi penonton, dengan kesiapan mental yakni mental kemajuan untuk itu mari bersama membangun Cirebon. Dan Terbingkis kepada pemerintah mohon lihat kondisi maysrakat lebih bijak dari efek kemajuan tersebut.

Sejarah Singkat Kali Bondet Cirebon

KALI BONDET : Dahulu dan Sekarang
Oleh : Sofwan Hadi

Masyarakat Cirebon mungkin familier mendengar daerah kali bondet, suatu wilayah pesisir Cirebon yang merupakan sentra penangkapan ikan laut. Kali bondet merupakan bagian penting dari sejarah Cirebon, kali bondet termasuk pada wilayah kerajaan Singhapura.  Singhapura merupakan wilayah terdepan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Cirebon pada masa Hindu. Sesuai dengan nama kerajaannya singha berarti depan, sedangkan pura berarti kerajaan. Singhapura adalah kerajaan yang berada di depan atau terletak di bibir pantai utara laut Cirebon. Singhapura berperan sebagai pintu gerbang keluar masuknya komoditi perdagangan laut dari luar negeri ke seluruh wilayah Cirebon hingga ke daerah pedalaman. Kerajaan Singhapura memiliki pusat pemerintahan di Mertasingha.

           Photo Dokumentsi Bondet Zaman Dahulu




Disebutkan dalam manuskrip kuno Cirebon, Cirebon memiliki tiga pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Muara Jati, Pelabuhan Caruban dan Pelabuhan Japura. Pelabuhan Muara Jati terletak diantara wilayah Kanal Condong dan Bengawan Ciliru (kali Bondet). Ketika itu kali Bondet dijadikan prasarana lalu lintas untuk perahu dan tempat yang cukup besar. Hal tersebut disaksikan oleh Tome Pires pada Tahun 1513 M. dalam catatan perjalanannya. Pires antara lain menyebutkan bahwa Cirebon adalah kota pelabuhan yang baik dan ramai dikunjungi oleh kegiatan perdagangan. 
Situs-situs yang membuktikan adanya aktivitas Pelabuhan Cirebon juga banyak yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Di tepi Kanal Condong ada sebuah kuburan Nyai Rinjing dan Ki Gedhe Alap-alap. Menurut penuturan penduduk setempat Nyai Rinjing adalah seorang wanita yang bertugas mengatur kemasan barang yang keluar dan masuk ke Pesambangan. Sedangkan Ki Gedhe Alap-alap adalah orang yang bertugas mengatur bongkar muat barang di wilayah Pelabuhan Cirebon. 

Puncak dari keramaian Pelabuhan Muara Jati yang dicatat dalam tulisan Pangeran Wangsakerta dan Pangeran Arya Carbon adalah ketika mendapat kunjungan muhibbah armada Cina yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho. Selama tujuh hari tujuh malam rombongan armada Cina itu berlabuh di Pesambangan Jati. Selama berada di wilayah Amparan Jati armada Cina itu membangun ‚Prasadha Tunggang Pawaka‛ (mercu suar). Setelah mercusuar itu selesai Ki Jumajan Jati membayar dengan hasil komoditi dari pasar Pesambangan Jati, yaitu dengan garam, terasi, beras tumbuk, Rempah-rempah dan kayu jati. Dengan tersedianya mercusuar di pelabuhan Muara Jati semakin mempermudah hubungan kerajaan Singhapura dengan kerajaan-kerajaan mancanegara. Setelah Ki Jumajan Jati mangkat kemudian pelabuhan tersebut diwariskan kepada cucunya, Pangeran Cakrabuana. 

Kejayaan kali Bondet dengan Muara Jatinya dahulu sangat berbeda dengan kondisi kali Bondet sekarang,…. (Kang tinggal dilanjutkan sampai pada kritikan ke pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan bondet dengan memasukan bondet dalam program pembangunan ), Bacajuga Artikel lainnya di blog ini,  Kondisi Situasi Kecamatan Kapetakan - Mengharukan..., Jalan Pantura Cirebon Utara Sepi - pemerintah salah, Cirebon dan Lokalisasi PSK

Kondisi Situasi Kecamatan Kapetakan - Mengharukan...

Isu media saat ini tidak lagi menajadi sebuah kecaman. mungkin saya terlalu membuang pemikiran untuk update artikel ini dan mungkin pula tak ada harganya sama sekali bagi para pembaca, namun setidaknya hal ini sebagai bentuk aspirasi saya sebagai warga kecil diantara warga cirebon yang yang lainnya, sekejap masih dalam lingkup Kecamatan Kapetakan yang terlihat mengenaskan, di lihat dari berbagai sisi dibandingkan dengan kecamatan diwilayah cirebon yang lainnya. maaf bukan berarti tidak mengeksplirasi yang lainnya akan tetapi sebuah fakta yang nyata pada konteks ini, sedikitnya sebuah statment penting yang kiranya bisa mewujudkan serta menimbulkan rasa sosial yang utuh bagi warga masyarakat. terlebih kepada pemangku kebijakan.


Sekapur sirih mengenai Peta Politik pembagian Zona Wilayah dapil Kabupaten Cirebon.

Kecamatan Kapetakan yang dulu menjadi bagian wilayah zona dapil Satu pada saat pemilihan anggota legislatif Kabupaten cirebon tahun 2014 kemaren dialihkan atau rolling atau apapun bahasanya di gabungkan pada wilayah dapil dua Kab. cirebon, saya tidak mengerti apa kebijakan tersebut diambil dari peta geagrafis atau apa? yang jelas..! secara kultur masyarakat Kecamatan kapetakan banyak kesamaan dengan zona Dapil Satu bukan pada dapil Dua yang condong ke barat. terjadi pertukaran wilayah dapil antara kecamatan panguragan masuk pada dapil satu (yang dulu dapail dua) dan kapetakan dapil dua (dulu satu).. sebenarnya secara administratif mungkin tak ada kesalahan sedikitpun, akan tetapi secara kulturisasi Para Calon legislaitf secara kebiasaan sosial entah bergaul dan berbaur dengan di kelompokkannya dengan dapil dua maka perlu pekerjaan baru untuk berbaur dengan masyarakat Kab. Cirebon Barat, bukankah yang kita ketahui bersama bahua Kec. Kapetakan secara Sosial lebih akrab dengan wilayah Kabupaten Cirebon Utara lainnya..? tetapi kenyataan dilapangan pembangian dapil tersebut disahkan dan dijalankan oleh KPU..

Mengenai Efektivitas Pencalonan..

Dengan adanya Kecamatan Kapetakan Dialihkan ke Dapil Dua, Alhasil Tak satupun Caleg yang lolos asli warga masyarakat dari Kecamatan kapetakan di dapil Dua yang menjadi Anggota Dewan Priode 2014 - 2019, akibatnya sampai pada saat ini Kec. Kapetakan yang tidak memiliki Dewan di DPRD Kab. Cirebon, merasa dianaktirikan, sebab secara keakraban jarang sekali mereka yang mengenal anggota dewan yang ada di Dapil Dua. Hingga terjadi sebuah asusmsi masyarakat pembangunan daerahpun tidak sampai pada wilayah kecamatan Kapetakan, adapula hanya beberapa saja yang memungkinkan, sebagian besar tak tersentuh. itulah kenyataan yang ada jika melihat kondisi fisik dilapangan seperti Jalan Rusak, Irigasi Pesawan yang tidak total, Perikanan, Kelautan dan sebagainya, sebab tak ada yang membawa aspirasi Masyarakat secara jiwa asli penduduk setempat.

Seharusnya hal ini mesti dikaji secara benar dan mesti diperhatikan, langkah demi langkah kelangsungan sosial akan terjadi ketimpangan sosial di masyarakat, dan kekurang merataanya pembangunan, Kepada para anggota DPRD dapil Dua kiranya untuk lebih meninjau wilayah Kecamatan Kapetakan agar sedikitnya bisa kental dan mengenal warga masyarakat disana. bisa melalui Reses, atau kunjungan kerja dan lainnya. Kondisi sosial yang saat ini dirasakan oleh warga masyarakat bukan lagi isu umum akan tetapi efektivitas ekonomi yang akan terjadi sebuah kehancuran kahawatirnya. Segala tindakan kepedulian yang bersifat administratif mungkin saja akan berdampak buruk pada masyarakat disana dengan tidak adanya penyalur aspirasi Masyarakat.

Latar Belakang Pendidikan..

Pendidikan merupakan sebuah Agen Of Change (Agen perubahan) yang sangat signifikan, sebab dengan sebuah pendidikan yang layak maka akan terbentuk pribadi masyarakat yang terdidik dan positif, saat ini banyak juga ketimpagan sosial di ranah pendidikan yang berjalan selama ini, contoh kecilnya banyak siswa/i dari anak warga Kapetakan yang masih bersekolah di Indramayu, memang hal itu tidak disalahkan dan sah sah saja, akan tetapi ini sebuah ironis jika hal itu masih berlaku, kewibawaan nama Kab. Cirebon yang besar tersebut akan merosot dengan banyaknya gedung sekolah disana yang harus di optimalisasi. ditambah dengan transportsi yang minim mencolok di depan mata. 

Para Petani dan Nelayan Mengeluh.

Bukan lagi sebuah wacana atau proganda permaslahan di daerah kapetakan, konon menjadi kawasan area ketahanan pangan sampai saat ini juga masih belum maksimal khususnya perairan untuk irigasi pesawahan, tanah yang membentang luas lebar hijau tersebut ekan menjadi sebuah sarang hama, tikus dan lainnya. inilah kerugian besar pemerintah sesungguhnya, kemabali lagi kepada hakikat yang sebenarnya, apakah yang dikerjakan oleh pemerintah selama ini..? khususnya pada warga masyarakatKapetakan tersebut. Para nelayan yang selalu setia mencari Ikan di laut yang nyawa dijadikan taruhan, butuh setidaknya perhatian penuh kepada mereka, agar hasil tangkapannya dihargai dengan keringatnya yang sudah keluar, akan tetapi kenyataan ini juga sama halnya seperti para petani padi yang kurang pasokan air irigasi, tetapi untuk para nelayan yakni kurangnya modal untuk membeli alat penangkapan Ikan yang layak. baca juga ini Jalan Pantura Cirebon Utara Sepi - pemerintah salah,

Kata Bijak Untuk para pemimpin..

"Kenalilah Wargamu sebagaimana kau kenali dirmu sendiri, tahukah Anda yang gila disebut (yang terhormat) Fir'aun tak mau makan sebelum Rakyatnya Makan, Fir'aun tak mau tidur sebelum para panglima, senopati dan prajurit kerajaannya tidur terlebih dahulu.. kesalahan Fir'aun hanya sombong ingin dianggap dia Tuhan lantaran tak pernah Jatuh Sakit" BAGAIMANAKAH DENGAN ANDA berkacalah pada Fir'aun siapakah yang lebih Jahat darinya...?

Jalan Pantura Cirebon Utara Sepi - pemerintah salah

Terlihat seperti  pekuburan jika melintas daerah kawasan cirebon utara dikala malam hari, apalagi jika cuaca hujan, membuat suasana malam jalan cirebon bagian utara senyap dan sunyi, banyak keluhan dari warga masyarakat dengan keadaan demikian, warga masyarakat di kawasan cirebon utara terdiri dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Gunung Jati, Kecamatan Suranenggala, dan Kecamatan Kapetakan, wilayah yang luas lebar dan produktif tersebut, katanya di peruntukkan untuk kawasan ketahanan pangan. akan tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi, melihat kenyataan yang ada perairan pesawahan yang kurang maksimal sehingga banyak terjadi fuso tatkala musim panen tiba. melihat kondisi tersebut apa yang akan dilakukan oleh pemerintah apakah hanya berdiam diri atau bagaimana? masyarakat menunggu kabar yang baik dari para pelaku kebajakan tersebut.


Selepas membicarakan persoalan wilayah cirebon utara banyak hal yang mesti diketahui, daerah tersebut terlihat adalah daerah yang sangat tertinggal di kabupaten cirebon, bayangkan saja jika anda melintas di kawasan tersebut waktu malam hari, yang gelap tanpa penerang jalan yang obyektif bagi kendaraan di jalan raya. berbeda dengan wilayah tetangga yakni Kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu yang terang dan jauh lebih maju dari kapetakan,terlihat banyak pembangunan yang tengah berjalan salah satunya adalah Rumah Sakit Umum di bangun disana, Pemerintah Kabupaten Cirebon sungguh kurang elok untuk daerah tersebut terutama daerah perbatasan Cirebon Indramayu, dan seharusnya malu dengan Kondisi demikian.

Akibat dari tanpa penerangan jalan di Jalur Pantura Cirebon Utara tersebut, tidak menutup kemungkinan antara lain :
  1. Rawan Aksi Curanmor, di dukung dengan kesenyapan jalan raya.
  2. Mobuilitas ekonomi malam hari sama sekali tak berfungsi. Berbeda dengan daerah lainnya di kabupaten cirebon.
  3. Menambah sugesti kerawanan daerah cirebon utara seperti klaim masyarakat luar daerah tersebut bahua penduduk cirebon utara terkesan brutal, padahal hal demikian tidaklah seperti yang dibayangkan.
  4. Jarang orang melintas di daerah tersebut, dengan suasana yang gelap, dan sepi.
  5. Para Investor Enggan untuk menamam modal. dan jangankan investor pemerintahpun sendiri baik pejabat dinas ataupun lainnya malas berkunjung.
  6. Masyarakat kurang luas dalam bergaul serta menghambat pola fikir, dan akan sepenuhnya menyalahkan pemerintah. dan bisa saja itu Benar dan sangat benar.
  7. Terjadi berbagai macam kriminalitas dengan kebekuan ekomomi yang kurang mengalir.
  8. Banyak warga sekitar yang beraktivitas ke indramayu, seperti sekolah.
  9. Terjadi Isu Pemekaran daerah cirebon Utara yang mungkin saja terjadi atau masuk dalam area kota administratif dan banyak lagi.
Sebenarnya seberapa mahal pemerintah membiayai itu, sedangkan angka yang fantastis nilai APBD Kab Cirebon yang lumayan besar. Prinship pemerataan pembangunan akankah terwujud jika demikian adanya, belum lagi mengenai ekonomi yang setidaknya harus diperhatikan telebih dahulu, persoalan pula adalah apakah pemerintah tak malu dengan keadaan Kecamatan krangkeng yang dewasa ini maju. Artikel ini setidaknya sebagai acuan untuk pemerintah dan mohon di indahkan meskipun penulisnya hanya sekedar orang yang tak berguna di masyarakat, akan tetapi mohon kepada para pemangku kebijakan lihat dan dengarlah jeritan SAKIT SI MISKIN yang mendalam dan sebuah ketimpangan sosial di cirebon. Kepada pajabat daerah mohon berkenan untuk hal ini malalui Dinas terkait untuk merealisasikannya.

Pembangunan Pengembangan Pelabuhan Cirebon

Cirebon yang sudah menjadi kota yang sangat terkenal dengan bahasa kota wali merupakan sebuah kota yang terletak di pulau jawa tepatnya di jawa barat yang dijadikan kota timur jawa barat, dimana letak yang sangat strategis untuk dikembangkannya pelabuhan cirebon yang selama ini sudah menjadi pelabuhan Internasional sejak tahun 2004. Dinama Cirebon menurut sejarah dibangun dan berkembang karena ada pelabuhan tersebut yang dulunya dinamakan pelabuhan Muara Jati, jika di tarik benang merah sejarah Perkembangan Ekonomi dan pusat penyebaran Islam adalah melalui pelabuhan cirebon yang menjadi pijakan para pedagang china, india, arab ataupun dengan misi berdakwah, maka itu dengan adanya pembangunan pelabuhan cirebon hal ini sangatlah berpotensi, dengan demikian cirebon akan menjadi pusat transformasi perkembangan seperti dulu dan sisilain letaknya yang sangat setrategis.

Rencana Pembangunan pelabuhan cirebon yang akan dilaksanakan tahun 2015 pada semester dua itu sangatlah diharapkan oleh banyak kalangan terutama bagi masyrakat sekitar pelabuhan karena akan menumbuhkan perekonomian yang maju di cirebon itu sendiri dari efek pengembangan (pembangunan) pelabuhan cirebon tersebut yang akan dilaksanakan oleh PT. Pelindo 2. Pelabuhan yang selama ini beroperasi sebagai bongkar muat batu bara akan di konsentrasikan menjadi pelabuhan besar dan akan lebih maksimal dari pemanfaatannya.

Pelabuhan tua ini kondisi sangat memperihatinkan jika dilihat dari kondisi aktivitas pelabuhan yang bertaraf internasional tersebut, banyaknya para pelaku yang memiliki kepentingan peribadi membuat pelabuhan cirebon terkesan eksklusif untuk itu kedepan pelabuhan cirebon harus perlu adanya sterilisasi dari oknum yang mengutamakan pribadi atau kelompok. Rencana proyek raksasa ini memakan waku yang lama dan perlu kerjasama dengan masyarakat sekitar guna terciptanya pelabuhan cirebon yang maksimal, untuk itu kepada warga masyarakat kota cirebon bersama pejabat daerah cirebon semestinya mendukung jalannya program tersebut. baca juga cirebon  dan lokalisasi PSK.

Cirebon Utara Kaya akan pelaku seni

Budaya cirebon yang terkesan kental dengan khasnya, memiliki berbagai macam varian dan aneka budaya yang berbeda di setiap wilayahnya, seumpamanya di wilayah trusmi yakni kebudayaan kerajinan tangan dengan membuat batiknya yang terkenal hingaiga syukurlah bisa dijadikan batik resmi cirebon dalam kacamata internasional dengan ciri mega mendungnya, akan tetapi bukan hanya demikian banyak sekali wilayah yang kaya akan seni dan budaya khas di cirebon seperti daerah cirebon utara yang secara kasap mata terlihat banyak karya seni dan para pelakunya yang elestarikan budaya seni daerah contohnya banyaknya papan reklame atau identitas seperti budaya sandiwara, organ tarling, dan banyak lagi.


Kita bisa menikmati bagaimana keindahan pertunjukan arakp-arakan nadranan gunung jadi atau biasa disebut dengan istilah lumbanan, di mana karya pembuatan replika patung-patung besar bisa di katakan profesional pada acara tahunan tersebut yang memadati akses jalan utama cirebon indramayu dari celangcang sampai kerucuk pulihan kilometer padat akan pertunjukan arak-arakan. pelestarian bidaya tersebut apakah iperhatikan oleh pemerintah..? mungkin iya tetapi tidak seberapa, daerah dengan pola seni yang tinggi pada masyarakatnya serta memilki kebiasaan melakukan seni tersebut kurang begitu berkembang akan kelangsungan budayanya.

Sandiwara adalah seni yang khas dari cirebon, dimana tak ada didaerah lain selain di wilayah cirebon utara atau di indramayu, disisilain kebudayaan tarling modern yang sampai saat ini di kawasan masih saja dilestarikan kendati sudah bercampur dengan musik kemasakinian akan tetapi masih tetap eksis, belum lagi mengenai para pelukis dan pembuat patung, menjadikan cirebon utara kaya akan para pelaku seni, angklung bungko kapetakan yang tak tersentuh, singa depok dan sebagainya, diharapkan kepada dinas terkait atau pemerintah melakukan berbagai macam arahan serta pembinaan kepada mereka para pelaku seni di cirebon khususnya di wilayah cirebon utara dan umumnya diseluruh pelosok tanah cirebon, karena banyak yang meyakini bahua di cirebon banyak sekali kebudayaan yang belum terbackup oleh pemerintah guna untuk kelangsungan kebudayaan daerah yang terancam punah.

Bungko Kapetakan tak tersentuh

Desa yang terletak di kawasan perbatasan kabupaten cirebon dan indramayu, desa bungko merupakan desa yang padat penduduk, letak desa yang jauh dari akses jalan raya membuat desa bugko semakin ketinggalan informasi tentang perkembangan wilayahnya, desa bungko sendiri terbagi menjadi dua yakni bungko dan desa bungko lor secara keduanya memiliki karakter yang sama, konon dalam sejarah desa bungko adalah desa yang termasuk dalam katagori wilayah tempat jajagan pertama Islam masuk di wilayah tersebut, dengan nama Syekh Bentong atau Syekh benting sebagai orang suci yang menyebarkan Islam di kawasan Cirebon Utara di susul Syekh Magelung Sakti yang pertama kali singgah di daerah tersebut, sebab desa bungko terletak di pesisir cirebon utara. entah bagaimana kisah sebenarnya saya bukan ahli sejarah, akan tetapi secara kacamata sosial bungko menjadi kawasan kumuh yang kurang di perhatikan oleh pemerintah. baca juga ini pemekaran daerah cirebon utara.


Desa yang memiliki khas dalam berbahasa serta memiliki ragam budaya serta masyarakat nelayan yang menjadi mata pencaharian, di desa bungko terdapat budaya angklung bungko khas budaya cirebon, yang sampai saat ini perlu pelestarian yang kuat agar tidak punah, lepas dari persoalan tersebut konon daerah ini yang dahulu terdapat pabrik garam sekitar tahun 1978 dengan memiliki tanah 5 hektar milik perusahaan pemerintah tersebut sekrang entah kemana menurut orang tua disitu dinamakan percetakan garam rakyat (PGR), daerah yang memiliki banyak pengasilan jika saja di lestarikan dengan hasil laut yang melimpah serta empang yang luas dan juga garam.

Saat ini daerah yang memiliki bendungan yang besar yang menampung air tersebut ternyata bendungan rusak pecah mungkin karna usia yang sudah rapuh, akan tetapi bendungan tersebut merupakan sumber penghidupan karena dijadikan patokan pengaturan air di sungai tersebut yang bisa di jadikan air minum dikelolah oleh PDAM di kapetakan, sisilain peraian irigasi sawah juga bergantung pada bendungan tersebut, setelah kerusakan yang parah (pecahnya) bendungan itu, siapakah yang kan bertanggung jawab.?

Mengenai pendidikan masyarakat bungko terkesan ketinggalan sarana pendidikan yang kayak hingga banyak anak putus sekolah khususnya jenjang tingkat pertama (SMP,  MTs) belum adanya sarana pendidikan yang dibangun disitu, anak sekolah di desa bungko bersekolah di luar dearah yang jauh dari akses transportasi yang mapan, seraya menggayuh sepeda serta sampai beberapa kilo meter, untuk itu berharap kepada pejabat pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan kawan daerah bungko agar ketimpangan sosial di cirebon desa bungko bisa teratasi, potensi daerah yang sangat mapan jika dijadikan sebuah perusahan berbasis kelautan, serta membuat sarana pendidikan yang layak.

Ketimpangan sosial di cirebon

Banyak sekali permasalahan yang mesti diselesaikan untuk pensikapan agar cirebon lebih baik dan maju itu semua tergantung pada pola menejerial instansi dalam tingkah sosial, puncak permasalahan sosial mau tidak mau berpangkal pada pemerintahan sebab yang nenyetir roda perkembangan daerah, dalam hal ini mengenai cirebon yang sedikit terkesimak dalam benak saya mengenai apa yang dialami saat ini kondisi masyarakat yang kurang mendapatkan pelayanan dari pihak pemerintah secara utuh dan maksimal.

Sebab terjadinya problem sosial menurut saya adalah problematika pelayanan para instansi yang kurang jeli dalam bersikap, contoh kecil adalah kemiskinan dinama ini sudah masuk dalam ranah sosial bukan individual sebab, dengan kemiskinan secara menyeluruh diatas angka yang sangat fantastis semua itu adalah tanggung jawab sosial bukan individual, latar belakangnya adalah lingkungan, jika dalam suatu lingkungan keniskinan diatas dari kemakmuran (orang kaya) bukan sama sekali masalah personal. Tetapi pemerintah daerah hendak mencari solusi.
Daerah Tertinggal Di Cirebon Kapetakan

Dewasa ini terjadi ketimpangan sosial yang sangat signifikan dan mengarah pada bentuk kurangnya apresiasi pelayanan para instansi tersebut kepada masyarakat, wajar jika terjadi konflik statment kinflik yang miring dalam menyuarakan sebagai bentuk aksi sosial, seperti isu pemekaran daerah wilayah cirebon timur, dan pemekaran daerah cirebon utara, semua itu adalah gejolak apresiasi para tokoh yang merasakan ketinpangan tersebut dengan dalih masyrakat yang kurang mampu dan di aniaya secara terstruktur.