Cara Mengatasi Frustasi | Galau | Langkah Pasti

Untuk menuju ke arah pembahasan, terlebih dahulu akan dikemukakan batasan pengertian frustasi (frustration) . Secara sederhana dapat diformulasikan sebagai berikut : FRUSTASI adalah merupakan keadaan psikis (jiwa) seseorang yang merasakan atau membayangkan adanya hambatan, rintangan atau pun kegagalan terhadap pemenuhan dorongan diri orang itu. Makin sering seseorang menemui hambatan, akan makin sering pula kemungkinannya untuk terkena frustasi. Dan semakin besar hambatan, bertumpang tindih, semakin berat pula tekanan yang dirasakan. Sampai-sampai ia menjadi peragu, goyah keyakinan dan pendiriannya, tidak mampu memilih ataupun mengambil keputusan.

Terlebih lagi apabila frustasi tadi yang datangnya dari luar (external frustration) akan berbenturan/berkumpul pada diri seseorang dengan frustasi yang berasak dari dalam orang itu sendiri (internal frustrastion), misalnya karena ia cacat tubuh, daya intelgensinya tumpul, dan kelemahan-kelemahan lain yang ada dalam diri individu,  maka orang tersebut akan mengalami frustasi yang lebih kompleks (conflict frustration). Dapat dikatakan setiap orang akan/pernah mengalami frustasi. 
Frustasi ini merupakan gejala kejiwaan yang dapat menyelinap kepada siapa saja,  baik orang tua, orang muda, anak-anak, si miskin si kaya, orang berpangkat atau rakyat gembel, kaum cerdikcendekia ataupun yang tidak berpendidikan. Pendek kata tak ada seseorangpun yang hidup dalam kekebalan, tak mempan oleh prustasi.

Hanya saja setiap orang dalam menghadapi frustasi tadi, berbeda-beda. Artinya bagi yang sehat mental atau baik konseptualisasi pribadinya, maka frustasi itu kurang berarti terhadap kegoncangan psikisnya. Dengan sendirinya peristiwa itu hanya singgah sebentar ataupun berlalu tanpa menimbulkan kelukaan di hati. Dan sikap yang demikian ini (sehat mental) akan mengusir hadirnya kekecewaan, keputusasaan, kemengkalan, kegemasan ataupun kecemasan yang akan bersarang dalam sanubarinya. Kalaulah orang ini terkena jua kekecewaan atau ketidak seimbangan psikisnya, maka hal tersebut hanyalah buat sementara waktu dan akan segera kembali keseimbangan dirinya seperti sedia kala. 

Namun sebaliknya, jika orang itu dalam menghadapi frustasi tanpa langkah-langkah positif, tidak sehat mental, dengan sendirinyar ia akan mengalami kegoncangan psikisnya. Kegoncangan ini akan memantul pada sikap, perasaan, pikiran, kelakuan dan kesehatan orang itu. Gejalanya, bagi yang tidak sehat mental, menurut Dr. Zakiyah Darajat akan tampak pada kelambanan bertindak, lesu, malas, tidak bersemangat, kurang inisiatif, iri hati, rendah diri, gampang tersinggung, sering salah paham dan mudah terpengaruh oleh kritik-kritik orang. Sehingga mudah meninggalkan rencana-rencana baik hanya karena kritikan orang lain yang belum tentu ikhlas dan jujur. Alhasil kemampuannya untuk menimbang masak-masak dan melanjutkan rencana yang baik akan hilang dengan mudah. Atau kadang-kadang hal remeh pun, yang oleh orang lain tidak dirasakan, akan tetapi bagi dia sudah sangat berat. Akibatnya akan menimbulkan kegelisahan, muramdurja-gundahgulana, tidak bisa tidur, hilang nafsu makan dan sebagainya. Kalau sudah keadaannya demikian, maka terjerembablah ia ke lembah ketakutan yang bukan pada tempatnya, atau dalam istilah ilmu Kesehatan Mental disebut anxiety dan phobia.
FRUSTASI GALAU PUSING

BEBERAPA TIPS MENGATASI FRUSTASI

Masa lampau. kini dan akan datang.
Masa larnpau adalah masa yang telah berlalu, dan tak kan dilalui lagi. Karena itu janganlah mau terbelenggu oleh frustasi yang pernah dialami pada masa lampau. Dan hendaklah peristiwa itu tidak dipikirkan berkepanjangan, diratapi, ditakutkan atau disesali secara terus-menerus. Dengan kekecewaan, keresahan, kecemasan dan semacamnya tidak akan menyelesaikan persoalan, bahkan hanya mengundang problema-problema baru yang tidak diinginkan atau menimbulkan bertambah dalamnya frustasi. Jadikan saja pengalaman-pengalaman pahit itu sebagai guru utama untuk hidup masa kini yang akan datang. Bukankah waktu yang perlu dihadapi demi suksesnya tujuan atau rencana-rencana baik (pemenuhan dorongan kebutuhan) adalah masa kini dan akan datang ? Lebih jauh lagi untuk kehidupan kelak di akhirat.

Penulis kira yang paling penting, bagaimana sebaiknya sekarang berpikir dan berbuat secara logis dan terpuji. Kemudian langkah-langkah apa yang perlu diambil agar waktu mendatang dapat memperoleh kesegaran dan kegairahan hidup. Di samping itu perlu diketahui, orang yang mendambakan kemajuan dan pembentuk pribadi yang sehat, hendaklah bisa menganalisa atau mengolah secara ratsional terhadap masalah-masalah yang menimbulkan frustasi, sehingga menimbulkan kebenaran dalam alam pikirannya. Sebab langkah ini (tentunya) akan banyak mendatangkan kemungkinan untuk mengembangkan potensi positif serta meraih perkembangan pribadi yang mantap (bonafide).

Mengetahui akan dirinya sendiri.
Jika seseorang yang sedang berusaha mengatasi frustasi telah dapat mengetahui akan dirinya sendiri (siapa sesungguhnya diri ini, dimana tempat berpijak, bekal serta kekuatan apa yang dipunyai .... ..), maka dapat dikatakan bahwa ia telah selangkah lebih maju dalam usaha mengenyahkan frustasi yang dideritanya. Fiiosuf Aristoteles menyatakan, ”Kenalilah dirimu !” Dengan mengenai, menyadari akan diri ini berarti ia telah dapat menimbang dan memperhitungkan antara daya kemampuan yang ada dengan besarnya dorongan kebutuhan yang diinginkannya. Setelah diketahui eksistensi akan dirinya sendiri dengan segala aplikasinya atas gegoncangan psikisnya itu, seterusnya haruslah pandai-pandai mengklasifikasikan mana yang disebabkan oleh keinginan yang masih dalam kemampuannya dan mana yang di luar kemampuan dirinya. Dari itu, berangkali ada baiknya kita ketahui hal berikut ini.

  • Dalam kemampuan Apabila yang dihadapi keinginan yang dalam jangkaunnnya, tidak melampoi daya kemampuan yang ada (tapi mengalami hambatan, rintangan ataupun kegagalan, yang padahal tidak mustahil seandainya bisa mencapai sukses), maka kalau masih ada kesempatan, sebaiknya ia jangan terburu-buru putus asa, harus berani mencoba dan mencoba lagi. Sikap seperti ini dengan sendirinya harus di topang oleh ketahanan kondisi psikis yang konstan, keteguhan hati serta keyakinan diri yang dipersiapkan selalu, ditimbulkan dan dipertahankan terus. Di samping itu aspek-aspek psikis, terutama pikiran, perasaan dan kemauan dapat bekerja sama secara harmonis, tidak kontradiktif antara aspek yang satu dengan yang lain. Lebih ianjut dengan adanya mencoba dan mencoba lagi, perlu dipersiapkan bagaimana cara atau methode macam apa yang dapat dilaksanakan. Di sinilah orang dituntut untuk selalu belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun dari orang lain. Reaksi radi (mencoba dan mencoba lagi) dapat dilakukan misalnya pada situasi frustasi kesulitan atau kegagalan. studi, kesukaran mencari kawan hidup, keruwetan dalam memperoleh pekerjaan, kesukaran ekonomi atau di bidang usaha lain, dan sebagainya. Suatu pertanda bahwa orang itu ada prospek baik atau akan berhasil dalam menghadapi problema yang dihadapi, biasanya dalam dirinya akan muncul pernyataan, antara lain: "Tak apalah, sekarang aku gagal, karena untuk sukses. Yah, ada hambatan berarti ada jalan. Dan kegagalan ini adalah merupakan titik awal keberhasilan".

  • Di luar kemampuan. Kalau dorongan kebutuhan yang di luar kemampuannya, maka sebaiknya hal tersebut tinggalkan saja. Jangan memaksakan diri, karena hanya akan menyusahkan saja. Jadi, apabila orang itu masih mendambakan kemajuan, sayang pada dirinya, maka ambillah langkah-langkah yang positif dengan mengukur kemampuan sendiri. Untuk mendasar usaha ini, mula-mula harus menerima keadaan apa adanya. Demikian ini, tidak berarti ia harus pasrah dengan begitu saja atau berhenti tak bergerak dan sepi dari usaha (apalagi putus asa !), melainkan ia harus bijak mereaksinya, harus bisa mencari jalan keluarnya. Jalan keluar yang tepat menurut hemat penulis diantaranya dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehat, atau berganti haluan saja (sublimation).


Adapun mereaksi dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehai - bertujuan agar bagi yang mengalami kegoncangan psikisnya tidak lagi ada kesempatan untuk berpikir atau berhayal yang tiada
tepi, berperasaan atau bersikap negatif. Apabila seluruh energi disalurkan pada kegiatan-kegiatan positif, rencana-rencana baik dalam berbagai kesempatan, kiranya hal-hal yang negatif itu, tidak akan mampu lagi menyusup dan menyerang benteng pertahanan pribadi.

Sikap berganti haluan yang perlu diperhatikan, terutama selain mencari objek pengganti adalah, mengganti cara dalam mencapai tujuan. Misalnya dengan meningkatkan kemampuan diri, belajar lagi dan sebagainya  mungkin ia akan sampai pada tujuan, bahkan bisa-bisa saja hasilnya akan lebih menggembirakan, ketimbang dengan apa yang dicita-citakan sebelumnya. Setelah jelas masalahnya, bahwa dorongan kebutuhan yang dihadapi adalah lebih besar daripada kemampuan yanq ada, dan hal itu sudah beberapa kali dicoba untuk meraihnya ternyata hasilnya nihil, lalu apakah masih enggan atau was-was untuk berganti haluan ? Ataukah mungkin jika berganti haluan masih dihantui oleh bayangan takut lantaran teringat derita yang pernah mencekam ? Kalau demikian halnya, penulis teringat ungkapan yang pernah dinyatakan dalam "drama" Shakerpeare : Our fears do make us traitors : ”Rasa takut kita membuat kita menjadi hianat.” Betapa tidak menjadi penghianat seseorang yang selalu membayangkan takut nyeri membersihkan boroknya untuk diobati. Kalau borok ini tidak segera diberantas dengan jalan pengobatan, maka akan meluaslah ia ke seluruh tubuhnya.

Begitu pula frustasi, kalau tidak cepat-cepat diatasi secara dini dengan jalan yang idimaksudkan tadi, dengan sendirinya penyakit itu akan bisa menjalar kemana-mana, dan bahkan akan bisa bersemayam dalam relung hatinya - buat selama-lamanya. Demikian Artikel mengenai cara mengatasi Frustasi   | Galau | Langkah Pasti, jangan lupa baca juga ini Resep Untuk Membangun Percaya Diri - Kurang PeDe - Ini Obatnya..

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung di blog Rojay Creative.. Silahkan Tinggalkan Komentar..