Solusi menangkal berita Bohong [ HOAX ]

Berita bohong adalah berita yang tidak layak konsumsi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan darimana sumbernya, berita hoax tersebut bisa dikatakan adalah sebuah kepentingan dari sudut pandang keinginan pembuat kabar tersebut, sebelum saya lanjutnya apakah anda sudah membaca artikel sebelumnya "Apasih HOAX dan apa pengaruhnya" selanjutnya, secara sederhana anda mestinya sudah mampu menangkalnya secara alami, yakni bagaimana mengklasifikasi persoalan dinamika hoax tersebut, beberapa Solusi menangkal berita Bohong [ HOAX ] pada artikel ini mungkin sekiranya bisa dijadikan acuan sederhana.

Jauh sebelum saya menulis artikel ini saya sudah memberikan contoh artikel yang berbau kajian pendidikan Islam dengan Judul PERS Zaman Rasulullah SAW | Jurnalis Islami, pada artikel tersebut berisakan sebuah cerita seorang perowi yang mencari sumber hadist, nah secara umum saya akan menganalisa Solusi menangkal berita Bohong [ HOAX ] berdasarkan fenomena saat ini. sebagai berikut :

  1. Jika anda membaca, mendengar, melihat kabar yang tidak jelas sumbernya maka kajilah terlebih dahulu sebelum menyimpulkan.
  2. Jika tulisan tersebut didunia maya seperti medsos anda bisa searching dari mana artikel itu bersumber anda bisa mengkrosceknya melalui mesih pencari, contohnya seumpama tulisan tersebut berupa informasi yang berbau formal dari pemerintahan, anda bisa mencari sumbernya dengan googeling atau memverifikasinya.
  3. Jika berupa gambar anda juga dapat mesearching melalui gambar terkait.
  4. Yang terpenting adalah anda bersikap netral jika hoax itu beraffiliasi pada unsur politik tertentu. jika pemiran anda ada pada sebuah keterpihakan maka anda sendiri akan terpancing dan menjadi pelaku hoak berikutnya. dan anda adalah korban dari politik tidak sehat.
  5. Hoax yang berasal dari sebuah media sosial, biasanya sangat mudah diidentifikasi asalkan anda bisa memilih dengan cermat, contohnya ada akun yang berpose perempuan cantik yang memiliki akun abal-abal dengan tujuan tertentu, bisa promo atau lainnya. seperti di jejaring sosial, perhatikan komentar-komentar dibawahnya, apakah ada yang mengenalnya, atau tidak secara bahasa mungkin bisa anda menganalisanya.
  6. Akun Kloning, akun kloningan merupakan sebuah akun palsu yang dibuat untuk menjatuhkan kredibelitas musuhnya, contohnya akun para tokoh yang dibajak, dengan tujuan tertentu.
  7. Jadilah pengguna Internet yang sehat dan positif, jika ada sebuah polemik dari berita hoax dan banyak para netizan terpancing setidaknya anda masuk sebagai penengah dan netral. berikan informasi yang mendidik.
  8. Hapus beberapa pertemanan didumay (jejaring sosial) yang anda sendiri tidak mengenalnya.
Beberapa Trik diatas mungkin agak ribet dibaca akan tetapi secara klasifikasinya anda perlu mengetahui tujuan hoax itu sendiri, secara garis besar adalah kepentingan kelopok atau individu, baik bersifat pencitraan atau politik bahkan bisnis, apalagi fenomena saat ini gonjang ganjing berita heboh dan banyak sekali media bodong yang tidak tahu siapa pemiliknya, begitu juga akun-akun yang tak bertuan, bahkan satu orang memiliki lebih dari 1 akun.

Apa sih yang dimaksud HOAK apa pengaruhnya.

Mempelajari Ilmu komunikasi memang bukan hal yang mudah, apa lagi berkaitan dengan bahasa-bahasa yang sama sekali belum pernah didengar sebelumnya, yang lebih uniknya lagi bahasa tersebut datang dari sebuah informasi yang beredar voral didunia maya, seperti melalui media sosial atau jejaring sosial, mau tidak mau sebagai manusia modern perlu sedikitnya paham perkembangannya, terutama dalam konteks informasi sekaligus bahasa yang dijadikan komunikasi di dunia maya. 
Artikel ini mungkin agak basi dengan diberikan judul Apa sih yang dimaksud HOAK apa pengaruhnya, akan tetapi penulis memiliki maksud dan sudut pandang yang berbeda dari artikulasi makna HOAK tersebut secara umum diartikan dengan literlite arti dari sebuah kata HOAK tersebut, dan sedikit menyederhanakan sembari diberikan penjelasan yang bersifat efek atau pemngaruh dari hoak itu sendiri yang saat ini viral didunia maya.

Pengertian HOAX
HOAX berasal dari bahasa Inggris yakni Tipuan atau berita bohong, palsu yang sengaja dubuat dari berbagai macam kepentingan, mungkin tepatnya secara bahasa itulah yang dimaksud Hoak, akan tetapi saya lebih melirik dengan efek dan pengaruh dari hoak itu sendiri secara akibat dari hoak tersebut dan sedikit menelaah maksud Hoakers yang membuat hoax.

Hoak menurut saya bukan hanya sekedar berita bohong, tipuan, palsu akan tetapi Hoax merupakan bagian dari green desain mengubah framing masyarakat secara disengaja, sudah sangat jelas fenomena hoax saat ini menjadi sebuah kabar yang ditelan mentah-mentah oleh masyarakat, bahkan para cendikiawan itu sendiri, sebelum saya menulis lebih lanjut mungkin akan lebih relefan saya berikan beberapa tips untuk menangi Hoax, bagaimana membedakan Hoax dan benar, anda bisa membacanya pada artikel selanjutnya.

Pengaruh HOAX.
Sudah barang tentu hoax sangat berpengaruh sekali dalam dunia maya, bahkan dapat mengubah mainset masyarakat dan berdampak horizontal, karena informasi bohong tersebut masyarakat mengeneralisasi (mengumumkan) informasi tersebut tanpa melalui proses yang sedemikian rupa dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat cenderung menelan mentah-mentah kabar darimana, siapa berita tersebut beredar itu fakta yang terjadi masakini dan tak terbendung.

Berbicara pengaruh Hoax saya akan memberikan beberapa hasil dari para Hoaxers sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, sebelumnya rumus yang mesti kita pakai adalah ada akibat pasti ada sebab, dan pengaruh adalah akibat (penderita) nah fenomena yang terjadi didunia maya diseluruh dunia, bukan hanya diindonesia hoax ternyata sudah menjadi panganan masyarakat tiap hari. saya mengambil sample dari polemik politik nasional yang menimbulkan efek horizontal pada masyarakat dan menjadi sebuah perbincangan dari beragam lapisan masyarakat dari kelas kuli sampai bos.

Diawal Tahun 2014 pemilihan Presiden RI yang bermuara pada sebuah elektabelitas kedua kandidat yakni Ir. H. Jokowidodo dan H. Prabowo Subianto, analisa saya hoax bersumber beredar dari mulai pilpres tersebut secara panas dan viral di media sosial, memang hoax sudah ada sejak jaman dahulu akan tetapi saya lebih menyederhanakan dengan politik nasional yang sedang booming sampai saat ini, ini adalah realita yang perlu dipahami. Hoax dibuat oleh para simptisan kedua belah pihak secara nasional, bahkan isu tersebut sengaja dibuat menjadi framing nasional, dengan tujuan politik. Ironisnya hal itu dilakukan oleh media raksasa dan dilanjutkan oleh media abal-abal serta didunia maya diperdebatkan, dari mulai jejaring sosial yang bersifat berita video, gambar meme, dan sebagainya. Hoax terus bergulir sampai pada puncak kemenangan pasangan Jokowidodo dan Jusuf Kalla, dan tidak selesai sampai disitu, bahkan pemerintah secara tidak sadar telah mengajarkan hoax pada masyarakat yakni adanya KMP dan KIH dan hoax-hoax terus beredar tanpa henti, seolah-oleh pertarungan politik tetap berlanjut.

Fenomena politik dan hoax saling bercengkraman dan tidak dapat dipisahkan sampai pada jelang pilkada serentak dan lebih hebohnya semua bermuara pada pilkada DKI jakarta, karena mungkin ini adalah kursi panas menuju RI 1 atau embriologi kekuasaan nasional. Beberapa contoh Hoax bisa anda baca pada artikel selanjutnya. Beberapa Cpntoh hoax dan pembagiannya.

DTA Kab Cirebon Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA"

Lembaga pendidikan yang sebetulnya di perhatikan dengan seksama, bahkan harus dijadikan prioritas utama program pemerintah sudah semestinya harus mendapatkan perhatian khusus, seperti yang dicanangkan pemerintah pusat, dari mulai kurikulum sampai pada tingkat teknis serta pembiayaan, hal tersebut sangat prinship dan perlu sebuah gebrakan yang istimewa demi mencerdaskan kehidupan bangsa, karena kelak anak-anak kita kedepan dapat mengisi Indonesia dengan bekal ilmu yang mapan sehingga tak ada lagi kebodohan, ketertinggalan, seperti saat ini kita serba tertinggal dengan negara lain dari berbagai hal, teknologi, pendidikan, informasi dan banyak lagi. untuk itu kedepan marilah kita jaga generasi kita dengan segala bentuk kegiatan terutama pendidikan hingga terwujud sebuah negeri yang penuh dengan ilmu dan pengetahuan dari berbagai sektor.

Dalam hal ini saya berbicara mengenai pendidikan Diniyah Takmiliah Awwaliah Kabupaten Cirebon, yang sampai saat ini kondisinya sangat memperihatinkan, keberadaan diniyah yang masyarakat tahu adalah sekolah agama, dulu jaman tahun 90an lingkungan saya menyebut sekolah arab, dimana sebenarnya sangat berperan penting untuk diperhatikan lebih dalam, dari mulai pembinaan sampai pada pembiayaan, sebab dalam konteks ini pendidikan diniah secara garis besar tidak diragukan lagi manfaat serta peran yang saat ini telah tak terdengar kegiatannya, apakah memang sengaja dihapuskan atau dibiarkan, atau tidak paham, atau mungkin tidak ada yang mau mempelopori pendidikan diniah ini, khusunya dikabupaten cirebon. Memang Pemda kabupaten cirebon memberikan banyak perhatian seperti memberikan bantuan Operasional sebesar Rp.2000 perbulan untuk masing-masing siswa, dan program Beasiswa D1 untuk guru diniah (DTA). serta bantuan sarpras Rp. 5000.000,- bagi yang mendapatkan dan hanya kurangt dari 5% dari jumlah Madraah Diniyah yang mendapatkan bantuan tersebut. Sementara, jika dibandingkan dengan pendidikan Formal yang notabene jelas pengakuannya oleh pemerintah sangatlah jauh berbeda seperti MI (Madrasah Ibtidaiah) atau SD, yang setingkat dengan Diniyah tersebut.

MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliah Awwaliyah) berada pada naungan Kementerian Agama, yang memberikan Izin Operasional untuk menjalankan pendidikan diniyah tersebut, jika kita artikan secara bahasa Dinyah adalah Sekolah Agama, yang jika kita lihat dari makna itu sangatlah penting bagi orang tua dan pemerintah untuk menyekolahkan anaknya di tingkat diniah karena pendidikan Diniyah murni agama,  dan inilah pondasi masa depan bangsa sebagai ideologi yang mengikat secara menyeluruh dengan hal-hal lainnya.

Kenapa DTA Kabupaten Cirebon Tidak Kondusif.
Ini hanya catatan Kecil saya tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Pada dasarnya adalah tidak adanya sebuah langkah serius pemerintah baik kemenag yang menjadi penyelenggara atau pihak pemerintah daerah yang semestinya perlu adanya sebuah komunikasi dengan kemenag yang menangani hal ini secara khusus. Meskipun sudah diberlakukan Perda Kabupaten Cirebon Nomor 2 tahun 2009, dan Peraturan Bupati (Perbup) No 17 Tahun 2014 dikatakan pembelajaran Madrasah Diniyah Takimiliyah Awaliyah (DTA) sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang SMP. Namun sayangnya itu tidak terkontrol dengan benar, bahkan Dinas Pendidikanpun seolah-olah tidak memperhatikan hal itu jadi DTA Kab Cirebon itu Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA".

Bapak/Ibu yang terhormat yang memiliki kewengangan dalam hal ini..!!
  • Sepantaskah anak kita bermain Play Stations di siang hari?
  • atau Bermain lari-lari dan bergaul dengan lingkungan yang tanpa ilmu?
  • atau bermain kelereng, kartu, atau lainnya, yang bisa saja akan menanamkan watak judi kelak dia dewasa.?
  • atau anak-anak kita suruh tidur pulas disiang hari yang sebenarnya sangat luang waktu untuk belajar?
  • atau anak kita sudah diberi Gadget hingga malas belajar?
  • Ataukah dirumah Bapak/ibu tersedia Game Online?
  • Apakah anda diam melihat anak-anak kita menjadi orang tak memiliki bekal agama?
Sesungguhnya anda memiliki hati Nurani, yang mungkin belum sadar karena belum ada gejolak, dan belum merasa sensitif karena hal ini tidak pernah terlintas sedikitpun, atau pura-pura tidak tahu, namun jika dibandingkan dengan hal yang bermuatan Politis yang hingga akan mengancam karier anda, nama baik anda, kelompok anda, partai, golongan anda, maka anda langsung mensikapinya tanpa berfikir matang, Ingatlah Masyarakat itu lebih utama, bukan mereka yang selalu merekayasa keadaan, dan anda mulai terisolir oleh keadaan hingga melupakan kedudukan anda secara fungsi sebenarnya.

Bagaimanakah mensikapi hal ini.
Terutama dalam memajukan pendidikan agama (Diniyah Takmiliyyah Awwaliyah), Pemerintah sebenarnya lebih tahu apa yang mesti dilakukan, akan tetapi belum sadar dengan hal ini, tulisan ini hanya sekedar mengingatkan betapa banyak jumlah anak murid di Madrasah, yang mereka terkadang malas untuk berangkat ke sekolah lantaran tak ada guru, tak ada kepastian peraturan yang diberlakukan dengan tajam, tak ada yang mengiontrol, sehingga semua terkesan permainan, (sekolah bodo-bodoan), ini sangat memprihatinkan masa depan, Oh... Pemerintah yang terhormat berikan kebijakan yang luas untuk pendidikan, ingatlah pendidikan DTA yang menjadi dasar, bukan hanya pendidikan formal, anda mungkin sewaktu kecil pernah menjadi murid DTA, masa anda tidak ingat rasanya.

Lakukan sebuah komunikasi dengan kemenag Kabupaten cirebon, Pemda Kabupaten, Dewan Pendidikan, Komisi Pendidikan DPRD Kab. Cirebon, Forum FKDT, Profesor, akademisi, dan lain sebagainya. Demikian artikel tentang DTA Kab Cirebon itu Tak Berdaya "INI DOSA SIAPA", Semoga mengingatkan pihak pemerintah yang memiliki kewenangan dan kebijakan, untuk para ustad pengajar DTA Maju terus dan jangan menyerah.!

Baca Artikel Ini "Darah yang Ajaib" PENTING!

Bangun tidur secara biasa saya pergi ke toilet untuk buang air dan mandi, setelah semua saya rasa sudah cukup, kemudian seperti kebiasaan saya yakni membuka gadged (manusia modern), banyak pesan dan broadchast terutama pada BBM serta WA, saya baca satu persatu dan membalas pean masuk, ada satu yang menarik mengenai pesan yang masuk, yakni dari WA, yang berisikan sebuah nasehat yang besikan artikel bermanfaat yakni yang saya bagikan kepada teman-teman persis seperti artikel dibawah ini yang berjudul _*DARAH YG AJAIB...*_ akan tetapi untuk lebih bijak kalimat dalam judul ini saya tambahkan menjadi Baca Artikel Ini "Darah yang Ajaib" PENTING!, karena saya rasa ini sangat bermanfaat untuk dibaca terutama untuk kesehatan, ternyata Darah kita selama ini banyak tercampur berbagai macam zat dan materi-materi yang dapat membahayakan tubuh kita, selebihnya silahkan simak dan Baca Artikel Ini "Darah yang Ajaib" PENTING!, semoga bermanfaat.


_*DARAH YG AJAIB...*_
Berikut fakta mengagumkan dari darah kita....
1). Apabila Gelas diisi air putih, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
● Kesimpulan:
Air putih itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.
2). Gelas diisi air garam, ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.
3). Gelas diisi minyak, ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.
● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.
4). Gelas diisi alkohol, ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.
Klik "bagikan" maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain
Semoga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari...
Tetap jaga kesehatan. ...
_*SEHAT ITU MAHAL HARGANYA*_...

Demikian artikel Baca Artikel Ini "Darah yang Ajaib" PENTING! semoga berguna bagi kita sekalian dan bisa menjaga darah kita, merawat tubuh kita, intinya menjaga kesehatan itu sangat penting dari pada mengobatinya, silahkan copas artikel ini dan bagikan keyang lain, melalui medsos, broadchast dan seterusnya, salam sejahtera.

Hakikat Cinta dan Benci Karena Allah

Sebagai dasar pembicaraan Hakikat cinta dan benci karena Allah. adalah firman Allah itu sendiri dan sabda Nabi Muhammad Saw. Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat 22 yang artinya sbb. : "Tiada engkau dapati sesuatu kaum yang beriman akan Allah dan hari kesudahan. mau berkasih-kasihan dengan orang-orang yang memusuhi (menentangi) Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang yang memusuhi itu orang-orang tuanya. anak-anaknya, saudara-saudaranya, keluarganya. Orang-orang yang beriman itu, telah dimaterikan iman dalam jiwa raganya dan telah dikokohkan pula dengan kekuatan Allah. Allah akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya kekal mereka di dalamnya. Allah beridlai mereka, merekapun meridlai Allah. Merekalah jama'ah Allah. Ketahuilah bahwa jama'ah itulah yang mendapat kemenangan"

Sabda Nabi Muhammad saw.
Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari menyatakan bahwa tujuh orang yang mendapat naungan dari Allah pada hari di mana tidak ada seseorangpun (mahluk) dapat memberikan naungan, kecuali naungan-Nya sendiri. Tepatnya sepertlberikut:

"Tujuh orang dlnaungl Allah dalam naungan-Nya di hari tak ada lagi naungan selain dari naungan Allah sendiri. 
  1. Kepala negara yang adil. 
  2. Pemuda yang besar dalam beribadat kepada Allah. 
  3. Orang yang berpautan jiwanya dengan mesjid-mesjid. 
  4. Orang yang berkasih-kasihan karena Allah berkumpul karena Allah dan berceraipun karena-Nya. 
  5. Orang yang diajak perempuan yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, lalu menampik, dengan jawaban : saya takut akan Allah. 
  6. Orang yang bersedekah dengan sesuatu sedekah (memberikan sesuatu pertolongan harta benda kepada fakir miskin) dengan menyembunyikan, sehingga tangan kiri tidak tahu apa yang dikeluarkan oleh tangan kanan. 
  7. Orang yang menyebut Allah dalam khalwat, lalu mencucurkan airmata". (H.R. Bukhari).

Sedangkan Perowi Ahmad dengan konteks direk meriwayatkan
"Manusia itu, menurut agama sahabatnya. Maka, lihatlah siapa yang Ia sahabati". (H.R. Ahmad).

Dan Abu Daud pun meriwayatkan pula tentang sabda Nabi yang berbunyi "Barang siapa cinta karena Allah dan benci karena-Nya, memberi karena Allah dan menahan karena-Nya, adalah orang itu memperoleh "kesempurnaan iman". (H.R. Abu Daud).

Dari Abu Daud lagi mengemukakan sabda Nabl saw, yang artinya
"Bahwasanya diantara hamba-hamba Allah ada manusia yang bukan Nabi, bukan syahid, tetapi sangat bagus kedudukannya disisi Allah. Para sahabat bertanya : "Siapakah gerangan orang itu, ya Rasulullah ?"  Nabi Menjawab : "ltulah orang-orang yang berkasih-kasihan dengan karena Allah semata-mata, bukan karena dasar kekeluargaan yang bukan pula karena harta. Demi Allah, muka mereka bersinar, tiada merasal ketakutan di kala manusia dalam sangat ketakutan. Sesudah itu Nabi membaca Ayat : Ala lnna aulla allahi lakhaufun 'alalhim wa la hum yahzanun (Ketahuilah bahwa wali-wali penolong-penolong Allah itu tiada dikhawatirkan apa-apa terhadapnya dan mereka tiada bergundah hati". (H.R. Abu Daud).

Sehubungan dengan hal tersebut Al-Baihaki menuturkan :
"Hal Abu Dzar, manakah, simpulan lman yang sangat kokoh ? Kata Abu Dzar : Allah dan Rasul-Nya yang leblh mengetahui. Kata Nabi Saw : "Berkasih-kasihan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah". (H.R. Al-Balhaqy)

Hakikat Cinta dan benci karena AllahPengertian selanjutnya penulis akan membaca memberikan batasan terhad apa-apa yang dimaksud dengan "Hakikat Cinta dan benci karena Allah". Mencintai dan membenci karena Allah, ialah, kita mencintai seseorang, lantaran orang itu melaksanakan segala kewajlban Agama, dan membenci seseorang lantaran orang itu tidak memenuhi kewajibannya terhadap Allah dan Rasul". Hakikat Cinta dan benci karena Allah, sendi akhlaq Islam dan sendi hidup bahagia, di masa hal yang tersebut ini masih diperaktekkan dengan seksama oleh kaum muslimin. Di masapertama, kaum muslilmin mencintai seseorang karena Allah dan pada Allah. Mereka memberi pertolongan kepada orang yang dicintai itu, agar bertambah-tambahlah ta’atnya. Mereka membenci seseorang karena Allah dan pada Allah, agar kebenciannya menjadi sepenting-penting sebab insaf dan sadar orang yang dibencikan itu, dan menyebabkan kembali kepada keutamaan serta kelurusan.

Lantaran inilah mereka berani mengobah atau menghancurkan kemungkaran. "Mereka benar-benar dengan kemauan dan perbuatan memenuhi maksud hadits : "Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, hendaklah dirobahkannya dengan tenaganya, jika tldak sanggup merobahkan dengan tenaganya, ia usahakan merobahkan, dengan lidahnya. Jika dengan lidah juga tak sanggup, iapun merobahkan dengan hatinya : yang demikian ini selemah-lemah lman”. (Bukhari Muslim). Dimaksud dengan merobahkan dengan hati, atau "Ingkar dengan hati", memutuskan perhubungan dengan orang yang berbuat mungkar dan mengurungkan orang yang berbuat mungkar itu dalam daerah yang sempit yang memungkinkan timbul keinsafan dan memalingkannya dari kesalahan kepada. kebajikan.Firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 55 dan 56, yang artinya "Hanyasanya penolongmu, Ialah Allah, Rasul-Nya dan segala mereka yang beriman yang mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, dan mereka melakukan ruku". Barang siapa mengangkat Allah, Rasul dan segala orang mukmin menjadi penolongnya masuklah dia kedalam jama'ah Allah yang memperoleh kemenangan".

Sedangkan Nabi saw. pernah bersabda: 
"Syirik ltu lebih halus dari suara perjalanan semut atas batu licin di malam yang hitam pekat. Maka serendah-rendah syirik itu, ialah mencintal seseorang karena kecurangannya dan membencikan seseorang karena kejujurannya atau keadilannya."Bukankah Agama itu, sebenar-nya cinta dan benci?". (H.R.Al Hakim).

Cara dan rahasia (hikmah). Bagaimana cara benci karena Allah dan bagaimana pula rahasia atau hikmah yang terkandung dalam budi cinta dan benci karena-Nya? Apablla kita mencintai seseorang karena Allah, tentulah kita dengan otomatis, membencinya karena Allah pula. Dua hal ini, menurut adat, selalu berpautan. Satu hal yang perlu dikupas Ialah : yang mengenal orang yang bercampur-baur ta’atnya dengan maksiyat. Betapakah sikap dan tindakan kita terhadap orang yang demikian? Kita membencinya atau kita mencintainya? Apabila klta menghadapi kawan yang demikian, tentulah kita harus meninjau memandangnya dari beberapa sudut. Hendaklah kita tantangi sifatnya yang buruk dengan benci dan kita hadapi sifatnya yang baik dengan cara yang berpadanan. Karena itu, hendaklah orang yang demikian itu, kita gauli dengan sikap yang sangat sederhana. Jangan diperlihatkan benar bahwa kita mencintainya dan jangan diperlihatkan benar bahwa kita membencikannya. Hadapilah dia dengan slkap dingin, hambar, jangan diperlihatkan sikap pro kepadanya. 

Tegasnya, kita bersikap antara pro dengan contra. Maka janganlah kita memuliakannya sebagai kita memuliakan orang yang kita cintai karena Allah dan jangan kita menghinakannya sebagai kita menghinakan orang yang kita benci karena Allah. Al-hasil melaksanakan benci kita karena Allah terhadap seseorang, ialah: dengan jalan tak suka kita bercakap banyak-banyak dengan dia. Kita hanya bercakap seperlunya saja. Sesekali kita perlihatkan sikap tidak mengacuhkannya. Dan sesekali kita mengeluarkan perkataan-perkataan yang keras. Maksudnya yang buruk kita halangi tercapainya. Akan tetapi, hendaklah masing-masing klta menimbang dengan sematang-matangnya, mana sikap yang lebih baik dan berpadanan dengan diri seseorang, dengan tidak boleh melupai kehalusan budi dan sifat lemah-lembut yang menarik, yang mungkin membawa kepada keinsafan dan kesadaran. Kemudian harus diinsafi bahwa diantara sifat-sifat yang buruk, ialah memburuk-burukkan orang yang berbuat salah bukan karena kesalahannya, hanya karena dia tidak mendatangkan keuntungan kepada kita, dan memuja orang yang berbuat baik, bukan karena kebaikannya, hanya karena dia menguntungkan kita.

Budi yang luhur ini, bila dipraktekkan dengan sebaik-baiknya oleh para ummat hilanglah penyakit ta'ashshub : musnahlah penyakit 'ashabiyah yang berlebih-lebihan. Jika benci dan cinta hanya karena Allah tentulah kita hanya berdiri di pihak kebenaran,  tentulah kita tetap senantiasa memusuhi kebatilan. Dengan budi mulia ini, hilang rasa berpihak kepada golongan. Kerap kali kita lihat dan kita alami manusia itu digerakkan oleh rasa kepartaian atau golongan lebih hebat dan dahsyat dari di gerakkan oleh kebenaran. Pribadi yang hanya mencintai sesuatu karena Allah, (karena benar) dan membencikan sesuatu karena Allah (karena berlawanan dengan keridhoan Allah), senantiasa melihatjauh ke muka; senantiasa memanjangkan fikiran di kala perlu mengambil sesuatu tindakan. Pribadi ini, selalu mencari keridloan Tuhan, senantiasa membutuhi hidayat Ilahi.

Selama manusia tidak mengutamakan keridloan Allah atas kepentingan diri dan golongannya, selama itulah manusla tak dapat mewujudkan budi "Hakikat Cinta dan benci karena Allah", sebagai yang dikehendaki Tuhan semesta alam. Menurut kenyataan yang terang dan nyata, para ummat masa kini, dipengaruhi benar oleh kebendaan, baik mereka dengan tegas-tegas masuk golongan yang memperjuangkan benda dan bertuhankan kebendaan, bahkan kekuasaan.

Terancamnya makna Spiritualitas di Era Digital/Internet

Digital dan dunia internet telah di depan mata, Konsumsi sehari-hari tanpa mengenal waktu bahkan usia menjadikan Internet semakin menjadi jadi. Seperti perkembangan teknologi perangkat keras (Hardware) dan lunak (Sofware) yang semakin membumi. Seperti pencarian ketenangan hidup. Salah satu cara untuk mencari ketenangan ini adalah dengan pemenuhan, hasrat spritual. Paradigma pencarian makna spritualitas sekarang telah mengalami revolusi Ibadah-Ibadah konvensional yang selama ini menjadi jalan satu-satunya untuk mencapai makna spritualitas, sudah mulai tergantikan dengan Ibadah-Ibadah  jenis baru. Ibadah-Ibadah  jenis baru ini biasa mengagungkan tekhnologi sebagai perangkat untuk mencapai "maqam yang diinginkan. Salah satu ritual yang sedang menjadi tren adalah dengan berselancar di dunia maya (cyber) demi mencari kepuasan spritual ini.

Spritualitas yang ditawarkan oleh media baru ini sebetulnya ibarat bayi yang baru lahir. Perkembangannya belum signifikan Khususnya di Indonesia. Di dunia cyber ini sebenarnya tidak ada ideoligi baru yang ditawarkan. Internet sebagai buah dari tekhnologi tidak pernah mewajibkan kita untuk menggunakannya, tapi ketergantungan kita terhadap tekhnologi sudah tidak tak terbantahkan Terpaan tekhnologi informasi yang terus-menerus akhirnya melahirkan ideologi baru, Ideologi yang lahir ini menganggap bahwa tekhnologi akan bisa menjawab segala permasalahan" yang muncul. Manusia sebagai pelaku dalam perkembangan tekhnologi ini tidak menyadari bahwa agama yang selama ini mereka anut telah menjadi sesuatu yang sangat konvensional.

 Terancamnya makna Spiritualitas di Era Digital/Internet

Ketergantungan terhadap tekhnologi, lebih-lebih tekhnologi komunikasi sudah mulai mengakar. Sekali lagi Internet telah menjadi ajang baru dalam pencarian ruhaniah manusia modern sekarang ini. Teknologi komunikasi memang banyak menjanjikan harapan, sekaligus juga menimbulkan frustasi. Lahirnya kelompok elit dalam tatanan masyarakat kita menjadi salah satu dampak dari tekhnologi komunikasi. Kelompok ini yang mengerti perkernbangan tekhnologi, mereka akan selalu berpikir menggunakan otak dengan meninggalkan nurani. 

Kelompok ini disebut Alfin Toffler sebagai ketompok kognitariat. "Information is Power" akan menjadi suatu hal yang selalu mereka agungkan, Tekhnologi komunikasi pun akan melahirkan berbagai nilai baru. Nilai-nilai ini bisa jadi perubahan paradigma yang selama ini ada dalam masyarakat. Salah satunya pandangan tentang dunia spritualitas. Kalau dulu segala kenikmatan spritual selalu didapatkan dalam bentukritual atau ritual, tapi sekarang inibisa jadi ritual-ritual tersebut telah tergantikan dengan ritual baru yang lebih modern. Kedua aspek tersebut akan melahirkan manusia modern. 

Manusia modern ini akan selalu mempertanyakan kembali nilai-nilai transendetal yang melingkupi mereka. Orang-orang modern macam ini akan selalu menghiasi dunianya dengan berbagai proses dari modernisasi. Banyak orang yang beranggapan bahwa modernitas adalah terbebasnya manusia dari pesona apa saja yang manis di dunia, Merekapun beranggapan bahwa tekhnologi bisa membebaskan diri dari tahayul dan segala ideologi. Karena tekhnologi bisa mengendalikan dunia. Tapi pembebasan yang mereka dapat, melainkan kendali yang tumbuh sebagai paradigma (Goenawan Muhammad: Tempo, 13 Mei 2001).

Dampak Pada Nilai Spiritualitas
Bahkan nilai-nilai spritualitas akan tergantikan dengan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kecenderungan semacam ini akan membawa manusia pada apa yang disebutkan Marshall dan Danah Zohar dalam bukunya SQ: Spritual Intelegence The Ultimate Intelegence sebagai spritual alienation - keterasingan spritual. Semua tingkah yang akan muncul adalah peradaban tanpa bingkai sprituai. Pengidolaanpun akan mengalami reduksi. Simbo-simbol keberagaman akan tergantikan dengan simbol-simbol yang lebih fungsional dan masuk akal. 
Belum lagi tekhnologi yang melenakan manusia untuk menjadi manusra yang pragmatis dan hedonis. Orientasi nidup akan mengalami pergeseran dari fitrah sebagai manusia yang beragama. 

Agama tidak lagi menjadi tuntutan, tetapi telah menjadi semacam komoditas. Tuhan yang dianggap sebagai singgahan Hati, pemberi solusi ternyata yang paling banyak dicari dalam intenet adalan Kata "God." (Ahmad Nadjib Burhani: 2001). Persoalannya sekarang apakah bisa alternatif pencarian makna spritualitas dalam dunia cyber itu menggantikan ritual kita selama ini dengan permanen’? Kalau melihat dari ritual masyarakat yang hanya duduk di depan komputer  dan bermain Gadget kemudian mereka mendapatkan pencerahan, rasanya penceranannya pun hanya sebatas pada pencarian terbatas yang tidak mendalam atau Pencerahan luar. Mereka tidak akan merasakan kelezatan dalam pencarian Tuhannya. Karena Tuhannya akan selalu hadir jika dipanggil. 


Digitalisasi dan Internet merupakan Neo-colonisme
Secara historis memang sangat sulit untuk melacak kapan dan dimana awal mula kecenderungan ini berasal, Tapi menurut pemerhati media Idi Subandy Ibrahim semua ini tidak bisa dipisahkan dari hegemoni bangsa barat yang ingin menciptakan neocolonisme.  Dewasa ini usaha-usaha tersebut sudah sangat meresahkan negara-negara dunai 

Masyarakat mamaksa dan sayangnya kita tidak merasa dipaksa, untuk mengkonsumsi segala yang keluar dari negeri Barat. Dalam karya klasiknya One Dimen-sional Man (1968) Herbert Marcus mengungkapkan, "masyarakat yang menyadari jati diri mereka dalam komoditas, mereka menemukan hati nurani dalam mobil, perangkat tekhnologi tinggi, rumah bertingkat dan seterusnya" Jika kondisi demikian dibiarkan, kontrol sosial dan kontrol spritual akan diatur dalam kebutuhan-kebutuhan baru yang telah diproduksi oleh negara-negara Barat. Jika kepungan komoditas tersebut sudah melingkupi kehidupan manusia, maka disitulah terjadi kehilangan nilai kesederhanaan, kezuhu dan yang notabenenya lebih dekat kepada nilai-nilai spritual. 

Keadaan seperti itu yang diinginkan oleh masyarakat barat.Mereka menginginkan agar masyarakat miskin cinta. Walaupun kaya harta, mereka miskin ruhani.Cara mereka mengekspresikan keberagamaan mereka seperti mereka memilih barang-barang kebutuhan hidup. Dengan demikian telah menenggelamkan kesadaran manusia modern sekaligus kelembah alienasi, apatisme dan pragmatisme. Dari apa yang telah dikemukakan, kita sebenarnya bagian dari skenario bangsa Barat untuk memiskinkan ruhani kita lewat dunia cyber ini. Cybers  sebenarnya tidak bisa mengantar manusia untuk mendapatkan pencerahan ruhani. Manusia harus mengalami sendiri pengalaman ruhaninya bukan dari cyberc. Karena spritualitas itu tidak bisa dibicarakan tetapi bisa dirasakan,dipahami dan dialami oleh manusia.

Solusi Tepatnya adalah gunakan sebagai Alat Belaka.
Cara terbaik dalam menempatkan tekhnologi ini seharusnya hanya sebatas sebagai alat. Tidak lebih dari itu. Dalam wacana besarnya dapat dikaitkan dengan beberapa tokoh yang tidak setuju zaman ini disebut sebagai zaman modern. Ini zaman tekhnik saja. Manusianya tetap sama, tetapi hanya pekerjaannya lebih efisien dan efektif karena kemajuan itu. Spiritulitas yang betul-betul mengagungkan nilai-nilai transendental Ilahiah tidak akan diperoleh dari tekhnologi internet. Intenet telah memberikan referensi yang begitu komplit. Tapi itu semua belum cukup untuk bisa mencerahkan ruhani. Untuk menyampaikan informasi keagamaan secara luas, mungkin internet bisa berperan. Tapi untuk penghayatan agama, peningkatan spritualitas, internet tidak dapat diandalkan.Tekhnologi yang begitu fresh ini hanya akan memberikan kontribusi berupa fantasi realitas dengan cara yang hidup dan lebih menipu. Tasbihpun tergantikan dengan Hape

Pada akhirnya sense of reality akan hilang. Akan berbahaya jika keyakinan ini memberikan pemahaman menolak segala keteraturan dan mendorong untuk menciptakan keabadian manusia melalui penempatan pemikiran dalam internet. Akhir dari tulisan saya mengajak kepada para pembaca untuk tidak menutupi diri dari teknnologi. Bagaimanapun juga tekhnologi telah turut serta dalam perubahan yang terjadi di dunia ini.  Anggaplah pencarian makna spritual dengan menggunakan internet ini menjadi salah satu dari sekian banyak cara untuk mencapai Tuhan. Karena saya percaya Tuhan tidak akan melirik dari apakah kita menyembahnya atau tidak dengan simbol ucapan,tapi bagaimana usaha kita mencari apa yang disebut oleh Tuhan tentang dirinya ini sebagai mutiara. 

Jika kita memperlakukan internet sebagai satu-satunya cara untuk mencari Allah dengan meniggalkan ritual-ritual yang sering kita lakukan maka prilaku ini yang perlu kita khawatirkan. Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan tekhnologi ini menjadi alat untukbisa mendekatkan diri ke Allah Swt Mudah-mudahan. Amiin Yaa Robbal 'Alamiin. demikian artikel  Terancamnya makna Spiritualitas di Era Digital/Internet.

Pentingnya Belajar Bahasa Arab Sejak Dini

Ali bin Abi Thalib as berkata "Belajarlah bahasa Arab karena termasak bagian  dari agamamu". Maqolah ini menunjukkan bahwa bahasa Arab mempunyai kedudukan penting dalam agama kita. Bagi kaum Muslimin bahasa Arab adalah bahasa yang istimewa dibandingkan dengan bahasa lain didunia ini, yaitu bahasa yang dipilih Allah SWT. untuk menyampaikan firman suciNya (QS. Yusuf: 5). Sebagai alat komunikasi, eksistensi bahasa Arab telah membawa syiar Islam pada pentas peradaban dunia. Karena itu bahasa Arab berperan sebagai kunci ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu keislaman. Seseorang yang telah menguasai bahasa Arab secara baik, sangat besar peluangnya untuk menggali hazanah keilmuan yang terkandung dalam Al Qur'an dan As-Sunnah maupun karya-karya berharga ulama, salaf dan para pemikir Islam terdahulu.

Mengingat betapa urgennya pengajaran bahasa Arab bagi generasi penerus Islam, Syaikh Abu Hasan Al-Mawardi menyatakan, "Apabila anak sudah waktunya untuk dididik dan diajari, selayaknya dimulai dengan mengajarkan Al Qar'an dan bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan Allah untak menurunkan kitab suci Al-Qur'an dan menetapkan agamanya. Dengan bahasa Arab pulalah Rasalallah SAW. menyampaikan sunnahnya, dan disusunnya kitab-kitab agama, filsafat, logika, dsb. Oleh sebab itu anak-anak seharasnya mempelajari bahasa Arab, bila tidak ia akan bodoh tentang agamanya. 

Dari paparan diatas, kiranya dapat penulis tegaskan kembali, kenapa bahasa Arab mendapat tempat terhormat dikalangan umat Islam? 
  • Pertama, bahasa Arab adalah bahasa Al Qur’an, kitab suci umat lslam yang paripurna, demikian bahasa yang dipakai dalam mengkondisikan Al-Hadist. Dan keduanya merupakan sumber rujukan hukum dan muara permasalahan umat. 
  • Kedua, bahasa Arab merupakan bahasa praktek dalam menjalankan aktivitas ritual keagamaan. Seperti Shalat ataupun bentuk ibadah lainnya dalam rangka mendekatkan diri kepada sang Khalik. 
  • Ketiga, bahasa arab merupakan bahasa pengantar ilmu pengetahuan, terutama ilmu-ilmu keislaman yang banyak dihasilkan oleh ulama dan para pemikir Islam yang telah membawa Islam ke puncak zaman keemasan. Tanpa menguasai bahasa Arab dengan baik, berat sekali kita dapat melakukan reaktualisasi ataupun rekonstruksi pemikiran Islam. 
  • Keempat, bahasa Arab telab menjadi bahasa kebudayaan dan peradaban Islam. Sekitar lebih dari 20 negara telah menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara dan juga termasuk salah satu bahasa resmi PBB. 


Faktor Yang Menguntungkan 
Pengajaran bahasa Asing (baca : bahasa Arab) bagi kalangan non Arab ('ajam) merupakan suatu proses pembelajaran yang sangat komplek. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang anak dalam memperoleh kemahiran berbahasa. Secara garis besar faktor-faktor itu dapat dibedakan atas faktor internal dan faktor eksternal. Sehubungan dengan faktor internal, Ahmad Satori Ismail (1996) membedakan menjadi faktor pribadi dan faktor umum. Yang temasuk kategori faktor pribadi adalah keaktifan di kelas, respons anak terhadap pengajar dan materi pelajaran serta teknik pembelajaran. Sedangkan yang dikategorikan faktor umum ialah umur, bakat, kemampuan,kongnitif, motifasi dan kepribadian. 

Adapun lingkungan formal (madrasah dan pesantren) dan lingkungan informal (keluarga dan masyarakat sekitarnya) disebut sebagai faktor eksternal. Relevansinya dengan pengajaran bahasa Arab pada anak, faktor usia kelihatannya yang lebih menguntungkan dalam memperoleh kemampuan bahasa secara optimal. Dalam arti kata anak terlihat lebih siap dalam belajar bahasa asing atau bahasa kedua dalam situasi ilmiah dan komunikatif dibanding pembelajaran bahasa yang lebih tua usianya. Karena pada usia dini pembelajaran tidak banyak dipengaruhi oleh dialek (lahjah) ataupun aksentuasi bahasa itu, disamping alat artikulasi bahasanya yang masih lentur. Pendapat yang populer mengatakan,bahwa anak-anak lebih baik dalam sernua hal dalam menguasai bahasa asing atau bahasa kedua, terutama berkenaan dengan pencapaian hasil akhir. Mereka umumnya terlihat sangat sangkil (mudah) dalam mencernakosakata baru.

SILAHKAN DOWNLOAD KAMUS BAHASA ARAB...

Pada bagian lain, hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar bahasa,yaitu Snoe dan Heofnagel-Hohle (1978) menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa yang maju paling cepat adalah anak pada taraf usia adolesen. Dalam studi mereka dalam kasus pembelajaran bahasa Belanda ditemukan, bahwa orang dewasa (usia15 tahun keatas) kalah cepat belajar dengan dengan anak-anak (seusia 6-10 tahun) dan remaja usia (12-15 tahun). Maka tidak mengherankan banyak dikalangan anak-anak kelihatan lebih berhasil dari pada orang dewasa dalam pemerolehan sistem fonologi bahasa baru, bahkan banyak di antara merekayang mencapai aksen seperti penutur aslinya (native speeker). (Asher dan Garcia; 1969).

Metode Belajar Bahasa
Belajar bahasa adalah usaha menumbuhkan atau melatih kecakapan-kecakapan berkomunikasi secara aktif maupun pasif; Hasil belajar dalam menumbuhkan kecakapan berbahasa anak akan lebih efektif dan maksimal manakala didukung oleh metode pengajaran yang tepat. Metode adalah asas keberhasilan penguasaan sebuah bahasa. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pembelajar bahasa yang mengajarkan bahasa (asing) kepada anak-anak atau para pemula yaitu: 
Dalam menerapkan metode dan materi hendaknya disesuaikan dengan modal dasar dan tingkat kecerdasan pembelajar bahasa

Mengikuti kaidah-kaidah umum yang beriaku, bahwa pengajar hendaknya menyampaikan materi pelajaran bahasa secara bertahap atau berjenjang. Misalnya dimulai dari yang lebih mudah lalu meningkat pada yang lebih sukar, dari yang sederhana kasusnya menuju yang kompleks, dari hal yang abstrak meningkat pada yang kongkrit.

Bertolak dari prinsip-prinsip pengajaran diatas, menurut hemat penulis metode yang cocok dalam pengajaran bahasa Arab bagi anak usia dini adalah metode belajar yang disesuaikan dengan sifat dan karakter anak. Secara psikologis anak-anak lebih suka menirukan sesuatu yang sifatnya sederhana dan menyukai permainan. Dengan demikian pilihan metode belajar yang tepat bagi anak adalah 
  • Pertama, metode mendengar dan berbicara (thariqah as sam'iyah-as syafihiyah/audio-lingual method). Yakni anak dilatih mendengarkan kata-kata yang dituturkan, lalu anak disuruh menirukan/melafadkan kembali dengan baik dan benar. Oleh pakar bahasa metode ini dianggap metode yang paling berhasil untuk mengajarkan bahasa bagi pemula dan anak-anak, keistimewaannya karena sifatnya yang sederhana.
  • Kedua, metode permainan (gamemethod), ialah tehnik mengajar bahasa dengan menggunakan pola-pola permainan. Misalnya permainan, hijaiah bermakna, tebak kata, merangkai huruf, kartu bertanda - hijaiah dll. Menurut pengalaman penulis, biasanya anak-anakmenyukai cara-cara permainan karena kesannya lebih rileks. Namun, sambil asyiknya menikrnati permainan sebenarnya mereka tanpa sengaja juga memperoleh hasil belajar. Georgi Loozanov, sebagaimana yang dikutip oleh Muljanto Sumardi (1975) mengatakan, bahwa hanyadalam keadaan yang gembira dan santai anak-anak akan dapat menggunakan seluruh potensinya. Dengan metode permainan, anak-anak diusahakan tetap terlibat dalam berbagai kegiatan bermakna yang berhubungan langsung dengan materi bahasa yang sudah dikemas sedemikian rupa. Dilihat dalam prespektif psikologis tehnik permainan justru dapat mengembangkan kreatifitas belajar anak,di samping menumbuhkan semangat ukhuwah atau pertemanan. 
  • Membiasakan berbahasa asing (bahasa arab) dilingkungan keluarga. seperti menyuruh belajar, atau berdialog lainnya,
  • Menempelkan beberapa barang disekitar rumah, sekolah, seperti contohnya, Pintu (Baabun), Meja (Maktabun), Kursi (Kursiun) dan lain sebagainya. hal tersebut juga akan mengena pada anak yang berusia dini. dan metode ini diterapkan oleh banyak sekolah/madrasah/Paud/RA bahkan pada perguruan tinggi.
Demikain artikel Pentingnya Belajar Bahasa Arab Sejak Dini, anda juga bisa baca artikel berikutnya, yakni pentingnya belajar kitab kuning, khususnya santri pesantren sangat paham dengan pentingnya bahasa arab apalagi mereka selalu dihadapkan dengan kitab kuning, adapula beberapa Metode Bahasa Arab yang dikembangkan dipesantren seperti Ilmu Nahwu, Shorof, Mantiq, Balaghoh dan lain sebagainya, semoga bermanfaat.
Bahasa Arab Untuk Anak
SILAHKAN DOWNLOAD KAMUS BAHASA ARAB...

Hukum Valentine Day Bagi Muslim | Sejarah Valentine

Perubahan sosial (Social Change) akan senantiasa berkembang secara dinamis dan gradual. Perubahan sosial pada umumnya meliputi dan atau mempengaruhi oleh perubahan-perubahan sosial ekonomi, politik, dan kebudayaan. Yang sudah barang tentu mempengaruhi pola hidup dan pola fikir masyarakat Indonesia pada umumnya dan remaja pada khususnya. Perubahan tersebut juga tidak terlepas dari perubahan konstelasi global yang semakin menggejala. Dengan semakin derasnya laju informasi dan komunikasi, mau tidak mau akan menggiring setiap manusia untuk mengidentifikasi dan beradaptasi segala perubahan yang dihadapinya. Maka akulturasi budaya akan sangat mudah bersatu. sehingga kita akan sulit untuk membedakan, mana budaya timur dan mana budaya barat. 

Diakui atau tidak perat media masa khususnya media elektornik dan media Online, sangat besar dalam pembentukan watak masyarakat Indonesia khususnya remaja. menjadi watak-watak deviant (pelanggar/penyimpang). Contoh konkrit. film-film yang disajikan ditelevisi. yang notabene film impor dari luar negeri. Secara tidak langsung telah menyumbangkan budaya-budaya luar. Yang oleh para remaja diterima begitu saja tanpa filter yang kuat Akhirnya yang mereka alami bukanlah modernisasi melainkan westernisasi (kebaratan). Memang dalam setiap peruhahan sosial akan muncul dampak yang bersifat progress (positif) dan regress (negati). 

Perubahan sosial sebagaimana kitaketahui. merupakan sebuah proses yang tidak bisa dipisahkan dari modemisasi. Apabila semakin tinggi intensitas devisa dari apa yang ditentukan oleh norma-norma budaya maupun agama, maka kadar kemodernan tinggi. Reultannya, aksi penyimpangan merupakan sebuah counter culture dan kemudian dilegitimasi sebagai produk budaya masyarakat modern. Dapat dikatakan, bahwa perubahan sosial budaya selalu ditandai oleh ketegangan antara kebudayaan materill (teknologi) dan kebudayaan non-materil (norma-agama, sosial). Doyle Paul Johnson: Teori Sosiologi dan Modernisasi 1998 (Surtini:PR.200l).

Dalam konteks di atas,disayangkan perubahan sosial dan modernisasi dianggapi oleh sebagian remaja kita, sebagai sebuah euforia kebudayaan barat (Westernisasi).Pada kesempatan ini, insya Allah penulis akan membahas sebuah culturalleg dan religion deviant dari budaya barat dan di transfer. dan kini telah berakulturasi dengan gaya hidup remaja. Sudah menjadi tradisi, dan kini telah berakulturasi dengan gaya hidup remaja. Sudah menjadi tradisi, setiap tahun remaja kita (muslim dan non muslim) selalu merayakan dan memeriahkan moment acara yang mereka namai "Valentin’s Day".

Asal Usul Valentine's Day 
Valentine's Day kini usianya sudah 13 abad. Karena sejak abad ke VII, pesta kasih sayang ini sudah dirayakan sebagai ajang memperingati Saint Valentine seorang yang dianggap suci. Saint Valentine meninggal pada tanggal l4 Februari 269 di Roma. Ketika itu, tidak mengenal usia, baik tua ataupun remaja mereka saling mengucapkan rasa cintanya. Baik melalui telepon, surat, puisi, lagu, dan sebagainya. Maka saat itu (l4 Februari) setiap orang sudah siap dengan kata-katanya dan dan berucap "I Love You" ataupun "I Miss You". dan ungkapan-ungkapan lainnya.

Pada setiap perayaan, biasanya orang-orang baru memikirkan kartu ucapan sebagai pengganti hadiah. Sekitar tahun l7l8an, kartu-kartu bergambar hati bermunculan. Kebiasaan mengirim kartu-kartu valentine sebagaimana menurut Goeffrey Chauver, seorang penyair asal Inggris karena burung-burung mulai berpasangan pada hari itu. Ditambah keyakinan bahwa pada musim semi adalah waktu untuk bercinta. Kebiasaan-kebiasaan mereka itu berlanjut dan dicontoh hingga sekarang. bahkan oleh sebagian remaja muslim. Acara Valentine's Day, kini selalu menjadi acara spesial yang ditayangkan di televisi-televisi. Remaja-remaja kita. ketika menghadapi tanggal l4 Februari atau bahkan awal-awal Februari sudah sibuk mempersiapkan segalanya, bahkan bagi yang belum mempunyai pacar. mereka dengan sengaja mengadakan lomba "Cari Pacar" atau pada tanggal itu mereka jadikan ajang untuk mencari jodoh.

Siapakah Sebenarnya Saint Valentine itu? 
Tokoh fenomenal Saint Valentine adalah nama dua orang pendeta nasrani dan tabib yang dianggap sebagai pelindung bagi orang-orang tercinta. Kedua orang itu konon menjadi tumbal pada l4 Februari 269, karena dihukum pancung atas perintah Kaisar Claudius The Goth, penguasa romawi saat itu. Salah-satunya dihukum mati di Kota Roma dan yang satunya lagi di Kota Interemna Nahars, 60 KM dari Roma.

Perspektif Islam Terhadap Perayaan Valentine's Day
Al-Islam (didalamnya Al-Qur'an dan As Sunah), telah terlebih dahulu menyuruh kita untuk saling menyayangi. dan mengasihi. Sabda Rasulullah SAW: 
"Barang siapa yangtidak mengasihi sesama manusia.maka ia tidak mengasihi Allah." (HR.Turmudzi). Dalam hadits yang lain Rasulullah mengatakan: 
"Tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia menyayangi orang lain (saudaranya) sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri" (HR Bukhari dan Muslim).
Dan sebuah hadits yang diriwayatkanoleh Bukhari. Rasulullah punbersabda : 
"Barang siapa yang tidak sayang terhadap sesama (yang masih kecil) dan tidak tahu (orang besar), maka ia bukan ummatku". 
Allah pun menyuruh pada ummat manusia untuk saling mengenal (Q.S. Al Hujurat: 13)

Jadi, Islam setuju denganValentine's Day? Ya, Islam setuju dengan makna saling mengasihi, dan saling menyayangi. Tetapi. nama dan tatacara serta kegiatan perayaan itu dalam ajaran Islam tidak ada. Karena kesemuanya itu jauh dari citra dan norma Islami. Sudah jelas sebagaimana di atas, Valentine's Day dan perayaannya berasal dari orang-orang kafir yang sekuler. bahkan tidak percaya Tuhan. Allah sudah lebih dulu melarang kita untuk melakukan sesuatu yang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. (Al-lsra': 36). Memang, para remaja kita kebanyakannya hanya ikut -ikutan saja, mengikuti trend zaman. Mereka tidak begitu tahu akan trend tersebut sebenarnya merusak aqidah dan akhlak (moralnya). Bahkan Allah SWT melarang ummat Islam, untuk tidak mengagumi cara hidup orang kafir. Sebagaimana dalam surat Ali-Imran: 149: 
"Wahai orang-orang yang beriman, seandainya kamu mentaati sebagian orang yang diberikan Al-Kitab itu. niscaya mereka akan mengembalikan langkah kamu sehingga kami menjadi orang yang rugi.".
Perlu diingat, misi utama kaum nasrani ataupun yahudi (kaum kafir) adalah menjauhkan ummat Islam dari ruh Islamiyah. Mereka ingin membentuk watak-watak ummat Islam (remaja muslim) untuk menjadi pembelot dan pembangkang terhadap agamanya sendiri. Jadi Bukanlah sekedar mengkafirkan ummat Islam. Namun yang mereka inginkan adalah bagaimana supaya muslim tersebut jauh dari Islam.

Peringatan Allah dalam Al-Qur'an :
"Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka".(Q.S. Al- Baqarah: I20).
Apabila kita mencontoh dan menyerupai sesuatu kaum, maka kita adalah bagian dari kaum itu.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 
Man Tusyabaha biqaumihim fahua minhum..
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum (golongan), maka la termasuk golongan itu". (HR.Ahmad, Abu Daud dan Tabrani).

Hukum Merayakan Valentine's Day
Belum ada farwa yang jelas dari para ulama. dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang hukum merayakan Valentent"s Day. Tapi dari gambaran diatas cukup jelas.Perayaan tersebut tidak ada dalam ajaran Islam, bahkan Islam menentang keras kebudayaan-kebudayaan kafir yang akan menjauhkan dan merusak akidah dan akhlak (moral) ummat Islam, khususnya remaja. Perayaan Valentiné‘s Day akan mendekatkan ummat untuk melakukan perbuatan keji dan munkar. Allah berfirman dalam surat Al-An'am: I51: 
"Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi". 
Perayaan Valentine's Day. Diantaranya akan mendekatkan pada zina, padahal Allah melarang kita untuk berzina, bahkan mendekatinya. (Q.S. Al-Isra:32).

Perayaan Valentine's Day bisa dikatagorikan perbuatan haram karena menyerupai atau mengarah pada hal-hal yang haram. Qaidah Ushul Fiqih mengatakan: Ma dalla ala harom. Artinya: Sesuatu yang menunjukkan atau mengarah (menyerupai) yang haram. maka hal itu haram. Dan setiap larangan Allah. menunjukkan pada haram. Sebagaimana dalam Qaidah Ushul Fiqih: "Al- aslu fi an-nahyi li at-tahrim illa ma dala ad da-lil ada khilafhi". 'Asal hukum larangan adalah menunjukkan pada haram. kecuali apabila ada dalil yang membantahnya". Maka apabila melihat qaidah-qaidah tadi. hukum merayakan Valentine's Day adalah haram.

Seruan Untuk Remaja Muslim
Rasulullah SAW Pernah bersabda:
"Remaja-remaja sekarang adalah generasi penerus di masa yang akan datang" (Al Hadits). 
Dalam Sabdanya yang lain: "Sesungguhnya di tangan para remajalah urusan ummat. apabila remajanya shalih (baik), baik pula ummatnya. Dan apabila remajanya jelek- jelek pulalah ummatnya". (Al-Hadits). 
Sesungguhnya. Islam menganggap remaja bagaikan sebuah permata yang sangat mahal. Dan hurus diperlihara dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada cacat sedikitpun. 

Apakah remaja-remaja muslim tidak tergugah dengan sabdanya rasul? 
Maka sebaiknya perubahan sosial dan modernisasi janganlah dijadikan sebuah euforia peniruan gaya-gaya barat yang penuh kemaksiatan. Ingatlah. masa depan kalian masih panjang. Dan kini kalian sedang menanggung amanat dari Allah. Rasul. dan masyarakat kepada kalian. Jauhilah perbuatan-perbuatan keji dan munkar yang tidak ada faidahnya. Sebuah Qaidah Ushul Fiqh Berbunyi "Da u al-mashalih. "Menjaga lebih baik daripada mengobati".

Hukum Valentins Days

Demikian mengenai Hukum Valentine Day Bagi Muslim | Sejarah Valentine, semoga bermanfaat... catatan ini bersumber dari : Penulis adalah Mahasiswa UPI Bandung. Ketua lttihadul Mubalighin- The Mubaligh Association, dan Direktur Central Course and Study Club for Children.
Janga Lupa baca juga beberapa artikel penting dibawah ini :
Memahami arti Kerangsupan cara Saint sederhana

Antara Falsafah Pancasila dan Islam

Penulis akan mencoba mengemukakan suatu tinjauan mengenai "falsafah Pancasila" yang empunyai kaitan dengan Agama IsIam. Falsafah Pancasila. Falsafah atau filsafat berasal dari kata-kata bahasa Yunani "philosophia" yang tersusun dari dua kata "philein" - cinta dan "shopos" kebenaran, jadi artinya "cinta akan kebenaran". Karena cinta kebenaran maka seandainya ada seseorang yang sedang berfilsafat berarti ia sedang mencari kebenaran. Adapun jalan untuk menempuh kebenaran itu, menurut fiisafat ialah dengan berpikir secara logika (tata tertib), bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma Agama) dan dengan sedalam-dalamnya sampai dasar persoalan sehingga tidak ada/tidak perlu pertanyaan lagi. Melalui jalan demikian maka orang tersebut pada suatu ketika akan sampai, bahkan akan berternu dengan essensi kebenaran itu (kebenaran yang hakiki). 

Kita beralih pada pengertian Pancasila. Kata "pancasila" berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari kata majemuk "panca" - Lima dan "syila" - sikap, karakter, budi pekerti, budi luhur. Dengan demikian, maka "pancasila" berarti lima sila, lima sikap, lima pendirian bangsa Indonesia yang luhur. Kelima sila itu (Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adik dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) adalah merupakan kesatuan yang bulat dan utuh yang pengertiannya tak dapat dipisah-pisahkan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Moh. Hatta, Ketua perumus Pancasila, bekas Wakil Presiden yang pertama, dalam bukunya "PancasiIa Jalan Lurus", bahwa "Angkatan sekarang dan kemudian hendaklah memaklumi benar-benar isi dan ujud PancasiIa, Iima dasar yang satu sama Iain dukung-mendukung.". Meniyinggung "pengamalan Pancasila". Dr. Moh. Hatta dalam bukunya itu tenyatakan sbb. : "Pancasila itu hendaklah diamalkan benar-benar dengan perbuatan, janganlah dipergunakan sebagai "lip service’ saja". Rupanya pendapat ini masih relevan dengan dambaan pemerintah dewasa ini sebagaimana yang telah dijadikan keputusan pada Sidang MPR No. II/ MPR/ 1978, yakni "Demi tujuan nasional serta cita-cita bangsa dalam menuju masyarakat adii makmur, seperti tercantum dalam UUD 1945, maka kita selaku bangsa Indonesia perlu menghayati dan mengamalkan Pancasila secara nyata untuk menjaga kelestarian dan keampuhannya".

Setelah kita ketahui secara sepintas "apa filsafat dan apa PancasiIa", maka jelaslah bahwa arti "falsafah Pancasila" menurut ungkapannya, ialah falsafah tentang Pancasila atau Pancasila yang ditemukan atas dasar filsafat. Sedangkan pengertian menurut istilah dapat diberi batasan sederhana sbb. : Pancasila yang dikaji atas dasar filsafat adalah merupakan ideologi dan cita-cita bangsa Indonesia dalam menuju ke negara (tujuan nasional dan cita-cita bangsa) yang adil makmur serta diridlai oleh Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi landasan konstitusional dan GBHN landasan oprasionalnya. 

Agama Islam. Pengertian "agama" menurut istilah para Ahli dalam memberikan batasannya berbeda-beda. Pada prinsipnya perbedaan-perbedaan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Pertama "Agama Wahyu" dan kedua "Agama bukan Wahyu". Dari itu penulis sependapat dengan yang dimaksud Agama oleh para Ahli kelompok pertama, yakni Agama Wahyu (Agama yang diturunkan dengan jalan Wahyu, mempunyai dasar Kitab dari Tuhan). Hal ini perpegang dengan Wahyu Tuhan, AI-Qur’an surat Asy-Syuura ayat 13, yang maksudnya, bahwa Agama hanya diturunkan dengan perantraan WahyuNya. Karena itu penulis tidak sependapat dengan pengertian atau yang dimaksud agama oleh para Ahli kelompok keduaa di atas, dan atau oleh para Ahli Anthropologi, Sosiologi, Ethnografi, philosofi, di mana agama tidak perlu adanya kemutlakan Wahyu, tapi cukup dengan percaya dan sikap berhubungan dengan yang Maha Ghaib.

Perlu penulis tambahkan perihal Hadits Nabi Muhammad saw. yang berbunyi : 
AD-DIINU HUWAL-AQLU WA LAAA DIINA LIMAN LAA "AQLA LAHU, 
"Agama itu adalah akal dan tidak ada Agama (tidak sah beragama) bagi orang yang tidak berakal".
Agama berdasarkan Hadits tersebut, hanyalah bagi orang-orang yang berakal saja. Artinya, bagaimana kita akan dapat mengetahui ada Wahyu Tuhan yang berupa Kitab-Kitab (Taurat, Injil, Al-Qur’an dll.) kalau tidak ada akal pikiran ? Justeru karena itulah kita dapat menerima Agama, bisa mengetahui isi Kitab-KitabNya itu tidak lain disebabkan kita mempunyai akal pikiran yang sehat.
Kemudian, bagaimana atau sejauh mana jangkauan ilmu filsafat terhadap Agama ? Sudah dikatakan
di muka, bahwa orang yang menggunakan akal pikirannya dengan jalan berfilsafat, maka pada suatu ketika ia akan sampai bahkan akan bertemu dengan kebenaran yang hakiki. 

Walhasil "akal-pikiran" itu hanya merupakan suatu alat untuk mencari, mencapai, dan atau hanya untuk mengetahui kebenaran yang hakiki saja (Agama), akan tetapi tidaklah berperan sebagai produk Agama (Ad-Dien !). Kembali kepada Agama yang dimaksud oleh Wahyu Tuhan, Al-Qur’an surat Asy-Syuura ayat 13.Bunyi ayat tersebut berkonotasi pula bahwa Agama yang untuk mengatur umat manusia di dunia ini macamnya hanya satu. Hal ini Nabi Muhammad saw. pernah bersabda :
INNA MA‘SYARAL ANBIYAAI DI INUNA WAAHIDUN, 
Sesungguhnya kami golongan para Nabi itu, Agama kami adalah satu". (H.R. Bukhari-Muslim).

Agama yang manakah yang satu itu ? 
Berdasarkan Wahyu Tuhan juga, Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 19, berbunyi : 
INNAD-DIINA ‘INDAL-LAAHIL ISLAAM, 
"Sesungguhnya Agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam (semua Agama yang datangnya dengan jalan Wahyu Tuhan)". 
Bunyi Wahyu Tuhan ini berindikasi pula bahwa tanpa dasar Wahyu Tuhan (mempunyai Kitab-Nya) tidaklah termasuk Agama. Filsafat Pancasila dan Agama Islam. Hakekat kebenaran dari segala kebenaran hanyalah satu. Dengan jalan berfilsafat maka sampailah kepada kebenaran itu. Sedangkan
Agama adalah sudah merupakan kebenaran yang datangnya dari Tuhan Yang Maha benar dan Maha Esa adaNya. Soalnya di sini, sudahkah Pancasila itu sampai/mencapai kebenaran ? Tidak ayal lagi, bahwa Pancasila yang digali atau dirumuskan atas dasar filsafat adalah benar karena terutama di dalamnya terkandung kebenaran yang mutlak, pusat dari segala kebenaran, yaitu pada Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Bukankah ada mutlak itu harus, wajib tidak tergantung pada apa dan
siapa pun juga, merupakan "ada" yang harus ada dan tak pernah tidak ada, tidak mungkin lenyap dan harus terus menerus ada karena adanya dengan pasti ? Bukankah "ada mutlak" ini biasa disebut Tuhan; sedangkan Tuhan Yang Maha kuasa, tidak berserikat adalah "Maha Esa" adaNya.

Jelaslah sudah bahwa Pancasila adalah suatu kebenaran. Dan lagi kelima silanya itu sesuai dengan ajaran Agama (Islam). Sehubungan dengan ini Prof. Dr. Hamka selagi beliau masih hidup sebagai Ketua Majlis Ulama Indonesia pernah mengatakan, "Pancasila adalah benar karena tidak bertentangan dengan Agama Islam". "Dengan tidak bertentangan ini berarti umat Islam sudah "Pancasilals" karena umat Islam Indonesia secara konsekuen telah melaksanakan dan mengamalkan semua yang dimaksud dalam Pancasila. Karena itu akan lebih sempurnalah di samping dilaksanakan, Pancasila itu diucapkan oleh umat Islam. "Demikian isi pidato H. Alamsyah Ratu Prawiranegara sewaktu masih menjabat Menteri Agama, yang dibacakan oleh Drs. Ahmad Khotib pada upacara Penutupan Tarjih Muhammadiyah se Indonesia tanggal 15 Mei 1978 di Klaten Jawa Tengah.

Selain itu, penulis tuliskan lagi pendapat yang lain dari H. Alamsyah Ratu Prawlranegara sbb. : "Semua pihak harus yakin seyakin-yakinnya bahwa Pemerintah tak akan mengagamakan Pancasila dan tidak akan mempancasilakan Agama." Senada dengan pendapat ini Presiden Suharto pernah menegaskan, "Pemerintah tidak bermaksud dan sama sekali tidak akan menjadikan Pancasila sebagai Agama, karena memang Pancasila bukanlah Agama ....".

Barangkali perlu kita ketahui lagi pendapat H. Alamsyah Ratu Prawiranegara yang berikut ini : "Pancasila yang kini menjadi landasan ideologi negara, sebenarnya tercetus akibat adanya pengorbanan umat Islam. Sebab, ketika pihak luar Islam menolak tercantumnya kalimat menjalankan syareat Islam bagi para pemeluknya" dalam Pancasila yang dimuat 'Piagam Jakarta'. maka umat Islam bersedia menggantinya dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sampai sekarang ini. Ketika itu kemerdekaan baru diproklamirkan dan umat Islam diwakili oleh Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Kasman Singodimejo, dan Tengku Muhammad Hasan." Beda halnya dengan persepsi Menteri Agama H. Munawir Sadzali. MA. Dalam hal ini beliau nampaknya banyak menyoroti ke dalam tubuh umat Islam sendiri supaya jangan picik, tidak mempelajari Islam setengah-setengah, tapi harus mempelajarinya secara utuh. Sebab, dengan mempelajari Islam setengah-setengah atau hanya sebagian-sebagian saja, maka akan membuahkan penganut-penganut ekstrim dan akhirnya mereka akan mudah terombang-ambing atau diadudombakan.
Makna Pancasila

Sekian Artikel mengenai Antara Falsafah Pancasila dan Islam 
dikutip dari MP No.6-XI 1985, 
jangan lupa baca juga berbagai macam artikel kainnya dibawah ini :

Antara kecerdasan dan prestasi | Pentingnya Mendidik Anak

INTELEGENCE QUOTIENT (IQ) seperti diketahui merupakan suatu istilah di dalam ilmu psikologi yang telah dipopulerkan sejak tahun 1960 an. IQ itu sendiri sebenamya merupakan perbandingan (ratio = quotient) antara umur mental (Mental Age MA) dan umur kronologis (Chronological Age = CA) anak. Misalnya si A yang lahir dalam bulan Januarl 1976 mempunyai unsur kronologis 8 tahun dalam bulan Januari 2000 mengikuti tes intelegensi dan berhasil menyelesaikan tugas hingga batas usia 10 tahun, (dikatakan ia mempunyai umur mental (MA) 10 tahun. Dari perbandingan antara umur mental dengan umur kronologisnya, diperoleh IQ 125. Bagaimana perhitungannya sehingga ia memperoleh nilai 125 adalah sebagai berikut. Rumusnya ialah MA dibagi CA, lalu dikalikan 100. hasilnya merupakan nilai IQ anak tersebut. Jadi jika rumus di atas diterapkan pada si A, perhitungannya 10 dibagi 8, lalu dikali 100, berarti 125.

Tetapi si B yang seusla dengan si A, ternyata mempunyai nilai IQ 75. Mengapa? Sebab si B hanya mampu menyelesaikan tugas pada tes intelegensi itu pada usia 6 tahun. Dengan demikian, perhitungannya ialah 6 dibagl 8 kali 100 berarti 75. Cara perhitungan IQ yang sederhana lni hanya baik diterapkan pada anak-anak, tetapi tidak pada orang dewasa yang pertumbuhan mentalnya telah "selesai". Justeru itu, untuk golongan dewasa atau menjelang dewasa, dlciptakan perhitungan lain.

Dalam hubungan ini, ada beberapa faktor yang bersifat dlturunkan pada dlrl manusia, termasuk kecerdasan otak. Tetapl kecerdasan Itu tidak akan berkembang tanpa adanya rangsangan. Dan harus ada beberapa faktor yang menunjang kecerdasan itu, sehingga berkembang dengan baik, dan menghasilkan prestasi gemilang, baik di sekolah, maupun di luarnya. Pendidikan termasuk salah satu faktor yang bersifat menunjang kecerdasannya. Dengan suatu tes mutakhir, dapat diketahui pada diri seorang anak, berapa persen faktor keturunan pada kecerdasannya dan berapa persen pula faktor penunjang (seperti pendidikan) akan dapat diketahui. Pertentangan tersebut dl dalam psikologi dikenal sebagai nature versus nature. 

Secara empirik, sering terjadi, anak yang disekolahkan di sekolah tinggi, sementara anak yang sekolah di sekolah favorit (yang dianggap top dan hebat), tidak apa-apa. Hal itu terjadi karena pada anak-anak tertentu, faktor kecerdasan bawaan lebih berpengaruh dari faktor lingkungan dan faktor penunjang, sementara pada anak lainnya, faktor lingkungan lebih berperan. Di Amerika Serikat, pernah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui peran lingkungan/rangsangan terhadap kecerdasan anak. Anak yang belum boleh memperoleh rangsangan, dites dahulu IQ-nya. Kemudian diberikan rangsangan-rangsangan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Kemudian anak dites lagi. IQ anak ternyata meningkat, misalnya naik 15 point. 

Tetapi IQ tersebut ternyata kembali (menurun) seperti keadaan sebelumnya, (sebelum diberi rangsangan-rangsangan), setelah dites kembali 4-5 bulan kemudian. IQ dan prestasi merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling membutuhkan, untuk berhasil mencapai prestasi tinggi. Tetapi secara empirik, keberhasilan sering disebabkan oleh faktor lingkungan, motivasi dan rangsangan. Anak dengan IQ tinggi, sering tak menghasilkan apa-apa, jika la tidak memperoleh faktor-faktor yang menunjang, seperti rangsangan dan sebagainya.

Istilah intelegensi biasanya menyatakan kemampuan. Clarapede dan Stern, dua tokoh psikologi, mengartikan Intelegensi sebagai kemampuan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam situasi baru. Mengikuti defenisi ini, anak dengan IQ lebih tinggi, lebih mampu mengatasi kesulitan-kesulitannya. Batasan lain tentang Intelegensi yang dikemukakan para ahli ialah sebagai kegiatan kognitif/lntellektual, kemampuan berfikir abstrak, mengerti simbol-simbol, bernalar, melihat hubungan-hubungan dan seterusnya. Sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa InteIegensia bukan saja kemampuan untuk memecahkan masala secara sosial. Dari berbagai batasan tersebut, secara umum, lntelegensi dapat dikatakan sebagai kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah. 

Dua anak yang mempunyai nilai IQ sama, dapat mempunyai prestasi berbeda, jika faktor penunjang berbeda pula. Juga faktor kebiasaan orang tua mendidik anak, dapat mempengaruhi prestasi anak. MisaInya A yang mempunyai nilai IQ tinggi, oleh orang tuanya dibesarkan dengan sikap manja berlebihan. Akhirnya tumbuh menjadi anak yang cengeng, tidak mampu mengatasi kesulitan, mudah mengeluh jika menghadapi kesulitan sedikit saja. Ia merasa malas menghadapi yang sulit- sulit, karena sejak kecil. la merupakan anak yang tinggal terima bersih. Bangun tidur, ada yang merapikan kamar tidurnya. Akan ke sekolah, sarapan pagi telah tersedia, sepatu sekolah telah dibersihkan dan disemir oleh pembantu. Segala-galanya telah tersedia. Dengan demikian, A merasa malas menghadapi kesulitan. Ia malas menghadapi pelajaran yang sulit-sullt, meski nilai IQnya tinggi. Ia lebih suka membaca komik, sambil mendengarkan kaset atau menonton video. Faktor-faktor seperti kurangnya minat, kurangnya daya juang dan tiadanya motivasi, menyebabkan prestasi A berada dibawah kemampuan yang sebenarnya dipunyainya. Tetapi B yang juga mempunyai nilai iQ tinggi, mempunyai prestasi tinggi. Sebab orang tuanya dalam mendidiknya, benar-benar menerapkan pola pendidikan yang "sehat", yang menyebabkan B tumbuh menjadi anak yang energik, mempunyai semangat juang dan hasrat yang besar dalam mencapai prestasi tinggi. 

Kesimpulannya, prestasi dan kecerdasan merupakan dua hal yang berbeda. Dengan demikian, kecerdasan yang tinggi tidak menjadi jaminan prestasi tinggi. Sebaliknya prestasi tinggi yang dicapai anak, belum tentu karena tingginya tingkat kecerdasannya. Namun faktor rangsangan dan kecerdasan saling menunjang dan saling membutuhkan dalam usaha mencapai prestasi tinggi. Demikian Artikel mengenai Antara kecerdasan dan prestasi | Pentingnya Mendidik Anak, jangan lupa baca juga artikel berikut :
Hubungan Antara IQ dan Prestasi Rojay Creative

Cara Mengatasi Frustasi | Galau | Langkah Pasti

Untuk menuju ke arah pembahasan, terlebih dahulu akan dikemukakan batasan pengertian frustasi (frustration) . Secara sederhana dapat diformulasikan sebagai berikut : FRUSTASI adalah merupakan keadaan psikis (jiwa) seseorang yang merasakan atau membayangkan adanya hambatan, rintangan atau pun kegagalan terhadap pemenuhan dorongan diri orang itu. Makin sering seseorang menemui hambatan, akan makin sering pula kemungkinannya untuk terkena frustasi. Dan semakin besar hambatan, bertumpang tindih, semakin berat pula tekanan yang dirasakan. Sampai-sampai ia menjadi peragu, goyah keyakinan dan pendiriannya, tidak mampu memilih ataupun mengambil keputusan.

Terlebih lagi apabila frustasi tadi yang datangnya dari luar (external frustration) akan berbenturan/berkumpul pada diri seseorang dengan frustasi yang berasak dari dalam orang itu sendiri (internal frustrastion), misalnya karena ia cacat tubuh, daya intelgensinya tumpul, dan kelemahan-kelemahan lain yang ada dalam diri individu,  maka orang tersebut akan mengalami frustasi yang lebih kompleks (conflict frustration). Dapat dikatakan setiap orang akan/pernah mengalami frustasi. 
Frustasi ini merupakan gejala kejiwaan yang dapat menyelinap kepada siapa saja,  baik orang tua, orang muda, anak-anak, si miskin si kaya, orang berpangkat atau rakyat gembel, kaum cerdikcendekia ataupun yang tidak berpendidikan. Pendek kata tak ada seseorangpun yang hidup dalam kekebalan, tak mempan oleh prustasi.

Hanya saja setiap orang dalam menghadapi frustasi tadi, berbeda-beda. Artinya bagi yang sehat mental atau baik konseptualisasi pribadinya, maka frustasi itu kurang berarti terhadap kegoncangan psikisnya. Dengan sendirinya peristiwa itu hanya singgah sebentar ataupun berlalu tanpa menimbulkan kelukaan di hati. Dan sikap yang demikian ini (sehat mental) akan mengusir hadirnya kekecewaan, keputusasaan, kemengkalan, kegemasan ataupun kecemasan yang akan bersarang dalam sanubarinya. Kalaulah orang ini terkena jua kekecewaan atau ketidak seimbangan psikisnya, maka hal tersebut hanyalah buat sementara waktu dan akan segera kembali keseimbangan dirinya seperti sedia kala. 

Namun sebaliknya, jika orang itu dalam menghadapi frustasi tanpa langkah-langkah positif, tidak sehat mental, dengan sendirinyar ia akan mengalami kegoncangan psikisnya. Kegoncangan ini akan memantul pada sikap, perasaan, pikiran, kelakuan dan kesehatan orang itu. Gejalanya, bagi yang tidak sehat mental, menurut Dr. Zakiyah Darajat akan tampak pada kelambanan bertindak, lesu, malas, tidak bersemangat, kurang inisiatif, iri hati, rendah diri, gampang tersinggung, sering salah paham dan mudah terpengaruh oleh kritik-kritik orang. Sehingga mudah meninggalkan rencana-rencana baik hanya karena kritikan orang lain yang belum tentu ikhlas dan jujur. Alhasil kemampuannya untuk menimbang masak-masak dan melanjutkan rencana yang baik akan hilang dengan mudah. Atau kadang-kadang hal remeh pun, yang oleh orang lain tidak dirasakan, akan tetapi bagi dia sudah sangat berat. Akibatnya akan menimbulkan kegelisahan, muramdurja-gundahgulana, tidak bisa tidur, hilang nafsu makan dan sebagainya. Kalau sudah keadaannya demikian, maka terjerembablah ia ke lembah ketakutan yang bukan pada tempatnya, atau dalam istilah ilmu Kesehatan Mental disebut anxiety dan phobia.
FRUSTASI GALAU PUSING

BEBERAPA TIPS MENGATASI FRUSTASI

Masa lampau. kini dan akan datang.
Masa larnpau adalah masa yang telah berlalu, dan tak kan dilalui lagi. Karena itu janganlah mau terbelenggu oleh frustasi yang pernah dialami pada masa lampau. Dan hendaklah peristiwa itu tidak dipikirkan berkepanjangan, diratapi, ditakutkan atau disesali secara terus-menerus. Dengan kekecewaan, keresahan, kecemasan dan semacamnya tidak akan menyelesaikan persoalan, bahkan hanya mengundang problema-problema baru yang tidak diinginkan atau menimbulkan bertambah dalamnya frustasi. Jadikan saja pengalaman-pengalaman pahit itu sebagai guru utama untuk hidup masa kini yang akan datang. Bukankah waktu yang perlu dihadapi demi suksesnya tujuan atau rencana-rencana baik (pemenuhan dorongan kebutuhan) adalah masa kini dan akan datang ? Lebih jauh lagi untuk kehidupan kelak di akhirat.

Penulis kira yang paling penting, bagaimana sebaiknya sekarang berpikir dan berbuat secara logis dan terpuji. Kemudian langkah-langkah apa yang perlu diambil agar waktu mendatang dapat memperoleh kesegaran dan kegairahan hidup. Di samping itu perlu diketahui, orang yang mendambakan kemajuan dan pembentuk pribadi yang sehat, hendaklah bisa menganalisa atau mengolah secara ratsional terhadap masalah-masalah yang menimbulkan frustasi, sehingga menimbulkan kebenaran dalam alam pikirannya. Sebab langkah ini (tentunya) akan banyak mendatangkan kemungkinan untuk mengembangkan potensi positif serta meraih perkembangan pribadi yang mantap (bonafide).

Mengetahui akan dirinya sendiri.
Jika seseorang yang sedang berusaha mengatasi frustasi telah dapat mengetahui akan dirinya sendiri (siapa sesungguhnya diri ini, dimana tempat berpijak, bekal serta kekuatan apa yang dipunyai .... ..), maka dapat dikatakan bahwa ia telah selangkah lebih maju dalam usaha mengenyahkan frustasi yang dideritanya. Fiiosuf Aristoteles menyatakan, ”Kenalilah dirimu !” Dengan mengenai, menyadari akan diri ini berarti ia telah dapat menimbang dan memperhitungkan antara daya kemampuan yang ada dengan besarnya dorongan kebutuhan yang diinginkannya. Setelah diketahui eksistensi akan dirinya sendiri dengan segala aplikasinya atas gegoncangan psikisnya itu, seterusnya haruslah pandai-pandai mengklasifikasikan mana yang disebabkan oleh keinginan yang masih dalam kemampuannya dan mana yang di luar kemampuan dirinya. Dari itu, berangkali ada baiknya kita ketahui hal berikut ini.

  • Dalam kemampuan Apabila yang dihadapi keinginan yang dalam jangkaunnnya, tidak melampoi daya kemampuan yang ada (tapi mengalami hambatan, rintangan ataupun kegagalan, yang padahal tidak mustahil seandainya bisa mencapai sukses), maka kalau masih ada kesempatan, sebaiknya ia jangan terburu-buru putus asa, harus berani mencoba dan mencoba lagi. Sikap seperti ini dengan sendirinya harus di topang oleh ketahanan kondisi psikis yang konstan, keteguhan hati serta keyakinan diri yang dipersiapkan selalu, ditimbulkan dan dipertahankan terus. Di samping itu aspek-aspek psikis, terutama pikiran, perasaan dan kemauan dapat bekerja sama secara harmonis, tidak kontradiktif antara aspek yang satu dengan yang lain. Lebih ianjut dengan adanya mencoba dan mencoba lagi, perlu dipersiapkan bagaimana cara atau methode macam apa yang dapat dilaksanakan. Di sinilah orang dituntut untuk selalu belajar, baik dari pengalaman sendiri maupun dari orang lain. Reaksi radi (mencoba dan mencoba lagi) dapat dilakukan misalnya pada situasi frustasi kesulitan atau kegagalan. studi, kesukaran mencari kawan hidup, keruwetan dalam memperoleh pekerjaan, kesukaran ekonomi atau di bidang usaha lain, dan sebagainya. Suatu pertanda bahwa orang itu ada prospek baik atau akan berhasil dalam menghadapi problema yang dihadapi, biasanya dalam dirinya akan muncul pernyataan, antara lain: "Tak apalah, sekarang aku gagal, karena untuk sukses. Yah, ada hambatan berarti ada jalan. Dan kegagalan ini adalah merupakan titik awal keberhasilan".

  • Di luar kemampuan. Kalau dorongan kebutuhan yang di luar kemampuannya, maka sebaiknya hal tersebut tinggalkan saja. Jangan memaksakan diri, karena hanya akan menyusahkan saja. Jadi, apabila orang itu masih mendambakan kemajuan, sayang pada dirinya, maka ambillah langkah-langkah yang positif dengan mengukur kemampuan sendiri. Untuk mendasar usaha ini, mula-mula harus menerima keadaan apa adanya. Demikian ini, tidak berarti ia harus pasrah dengan begitu saja atau berhenti tak bergerak dan sepi dari usaha (apalagi putus asa !), melainkan ia harus bijak mereaksinya, harus bisa mencari jalan keluarnya. Jalan keluar yang tepat menurut hemat penulis diantaranya dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehat, atau berganti haluan saja (sublimation).


Adapun mereaksi dengan mencari dan mengisi penyaluran yang sehai - bertujuan agar bagi yang mengalami kegoncangan psikisnya tidak lagi ada kesempatan untuk berpikir atau berhayal yang tiada
tepi, berperasaan atau bersikap negatif. Apabila seluruh energi disalurkan pada kegiatan-kegiatan positif, rencana-rencana baik dalam berbagai kesempatan, kiranya hal-hal yang negatif itu, tidak akan mampu lagi menyusup dan menyerang benteng pertahanan pribadi.

Sikap berganti haluan yang perlu diperhatikan, terutama selain mencari objek pengganti adalah, mengganti cara dalam mencapai tujuan. Misalnya dengan meningkatkan kemampuan diri, belajar lagi dan sebagainya  mungkin ia akan sampai pada tujuan, bahkan bisa-bisa saja hasilnya akan lebih menggembirakan, ketimbang dengan apa yang dicita-citakan sebelumnya. Setelah jelas masalahnya, bahwa dorongan kebutuhan yang dihadapi adalah lebih besar daripada kemampuan yanq ada, dan hal itu sudah beberapa kali dicoba untuk meraihnya ternyata hasilnya nihil, lalu apakah masih enggan atau was-was untuk berganti haluan ? Ataukah mungkin jika berganti haluan masih dihantui oleh bayangan takut lantaran teringat derita yang pernah mencekam ? Kalau demikian halnya, penulis teringat ungkapan yang pernah dinyatakan dalam "drama" Shakerpeare : Our fears do make us traitors : ”Rasa takut kita membuat kita menjadi hianat.” Betapa tidak menjadi penghianat seseorang yang selalu membayangkan takut nyeri membersihkan boroknya untuk diobati. Kalau borok ini tidak segera diberantas dengan jalan pengobatan, maka akan meluaslah ia ke seluruh tubuhnya.

Begitu pula frustasi, kalau tidak cepat-cepat diatasi secara dini dengan jalan yang idimaksudkan tadi, dengan sendirinya penyakit itu akan bisa menjalar kemana-mana, dan bahkan akan bisa bersemayam dalam relung hatinya - buat selama-lamanya. Demikian Artikel mengenai cara mengatasi Frustasi   | Galau | Langkah Pasti, jangan lupa baca juga ini Resep Untuk Membangun Percaya Diri - Kurang PeDe - Ini Obatnya..

PERS Zaman Rasulullah SAW | Jurnalis Islami

"Pers" dapat kita artikan perkabaran, perberitaan, penerbitan persurat kabaran, dan lain-lainnya, seperti yang kita saksikan dalam sejarah dan perkembangannya dewasa ini. Pengertian "Pers" dewasa ini bermacam-macam di banyak negara ada yang mengartikan "penerbitan/pencetakan dan pendistribuslan berita/lnformasi", dan lain-lainnya. "Pers" dalam arti sempit serta dalam cara, bentuk, atau distribusi sederhananya dapat kita katakan telah ada dalam Islam di masa Rasulullah s.a.w. Kita katakan masih "sederhana" karena belum dikenal penerbitan/pencetakan pers seperti sekarang ini, belum dikenal distribusi berlta/informasi, wartawan yang berprofesi khusus kewartawanan, dan bentuk jaringan berita, Informasi dan komunikasi seperti dewasa ini yang demikian maju dan berkembang.

Di masa Rasulullah yang menjadi "juru warta berita" umumnya para sahabat Rasulullah atau orang-orang yang hidup di masa itu. Warta berita lebih banyak di distribusikan/disampaikan dari mulut ke mulut karena sedikit yang pandai membaca dan menulis, tetapi kuat dalam hapalan dan ingatan. Distribusi berita/informasi masih terbatas ruang lingkupnya dan sedikit yang disampaikan melalui tulisan. Demikian pula jaringan komunikasi masih terbatas dianrara masyarakat sekitar Mekkah atau Madinah. Yang jelas berita/informasl berupa ucapan, peristiwa/kejadian dan perbuatan dari sumber manusia, masyarakat, alam dan lain-lainnya ada banyak atau sering, yang benar-benar merupakan berita, khabar .Rasulullah dengan ucapan, perbuatan, perilaku beliau merupakan sumber berita paling utama, demikian pula yang bersumber dari para sahabat dan orang-orang yang hidup di masa itu. Peristiwa yang timbul, seperti turunnya wahyu pertama, berita kenabian/kerasulan Muhammad, Isra' Mi'raj, pengembangan Islam dan hambatan-hambatannya, hijrah Rasulullah, pembangunan masjid, perjanjian damai, perang, dan lain-lainnya, semua ltu merupakan berita yang sangat penting di masa itu.

Rasulullah merupakan "manusia sumber berita" yang tak akan habis, bahkan selalu menarik para sahabat dan orang-orang yang giat dan antusias untuk menyebarkan berita tentang kerasulan beliau, penyampaian risalah (misi) Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan semua itu. Beliau bukan saja selalu dikerumuni oleh para sahabat terdekat di manapun beliau berada baik siang maupun malam, bahkan tiada beliau di tempat selalu dicari dan diketahui orang. Beliau sering mendapat kunjungan tamu-tamu terhotmat dari para pemuka kabilah, pemuka agama lain, termasuk tamu-tamu biasa untuk mendapatkan informasi penting tentang beliau dan tentang Islam, untuk disebarluaskan di tengah-tengah kabilah, kaum dan masyarakat mereka.

Banyak berita yang bersumber pada Rasulullah seperti banyak diriwayatkan/diberitakan oleh hadis-hadis yang sahih. Orang-orang yang dekat dengan beliau merupakan peliput berita langsung dari Rasulullah, untuk disampaikan kepada yang tidak hadir, disebar luaskan dari mulut kemulut atau ditulis bagi yang pandai menulis, dan dijadikan beritatentang kebenaran kerasulan dan Islam. Bukan saja Rasulullah sebagai sumber berita utama, tetapi yang bersumber dari para sahabat dan masyarakat selalu disampaikan kepada beliau. Umumnya arus berita/informasi disampaikan dan didistribusikan secara lisan. Penyampaian berita. Penyampaian berita/informasi di masa Rasulullah demikian cepat tersebar luas, apalagi yang datang dari Rasulullah. Selain sebagai kebenaran dan berita paling utama, juga karena harus disampaikan dan disebarluaskan, yang membuat besarnya antusias dan semangat para sahabat. Sampai-sampai wahyu yang menyangkut pribadi dan kehormatan Rasulullah, tetap harus disampaikan secara meluas dan terbuka, diabadikan dalam tulisan dalam AI-Qur’an. Contohnya wahyu yang berlatar belakang diri pribadi Rasulullah yang "hampir putus asa", demikian pula heboh tentang pernikahan beliau dengan Zainab binti Jahsy (janda Zaid bin Haritsah), yang dianggap melanggar adat masyarakat Arab, tetapi wahyu memerintahkan Rasulullah untuk mengawini janda anak angkat beliau itu. "Sampaikan dan beritakan ini ! Tulislah oleh siapa yang mau menulisnya, kabarkan kepada siapa yang tidak hadir, dan hapalkan bagi yang kuat hapalannya!", demikian Rasulullah tentang wahyu yang sangat mengenal pribadi, harga diri dan kehormatan beliau, tetapi beliau lebih takut kepada Allah bila menyembunyikan wahyu tersebut. "Bila engkau berani menyembunyikan wahyu, maka Aku akan memisahkan jantung/nyawamu dari gembung/tubuhmu", demikian ancaman Allah kepada Rasulullah.

Penyampaian berita/informasi atau "keterangan pers" di masa Rasulullah tidak saja disampaikan sendiri oleh beliau, tetapi sering melalui istri beliau (Aisyah), atau diberikan oleh para sahabat/pembantu beliau. Dalam Perang Badar Rasulullah memfungsikan juru pencari berita/informasi tentang keadaan/kekuatan musuh. Dalam Perang Uhud Rasulullah banyak mendapat informasi penting tentang sikap dan tipudaya kaum munafikin maupun musuh (Quraisy). Demikian pula dalam Perang Khaibar beliau sangat prihatin dan waspada dengan sikap orang-orang Yahudi pembawa/penyebar berita palsu dengan maksud mengobarkan pemberontakan, sehingga turun wahyu yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah (berita itu) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, sehingga kamu akan menyesal atas perbuatan itu". (Q.S. Al-Hujurat : 6).  

Ayat yang dipandang sebagai "ayat pers dalam lslam" itu mengandung tuntutan etika (kode etik) jurnalistik, terutama perlunya . "chek and rechek", cara pemberitaan yang sebaiknya, sumber berita, dan lain-lainnya. Rasulullah sangat hati-hati ditengah-tengah simpang-siur berita/informasi, lebih-lebih yang dibawa oleh orang fasik yang bermaksud berbuat kedurhakaan, pengadudombaan dan pemberontakan melalui "perang berita", penyebaran isu dan berita-berita palsu untuk menteror mental kaum muslimin. Rasulullah juga memesankan keadaan yang tidak boleh diberitakan sebagai "rahasia militer/perjuangan", seperti ketika dalam Perang Uhud pasukan Quraisy meneriakkan "Muhammad telah berhasil dibunuh". Rasulullah memaklumi berita tersebut nyata menurunkan semangat juang kaum muslimin, tetapi beliau mencegah pemberitaan keadaan beliau yang sebenarnya, untuk menjaga agar tentara Quraisy tidak berbalik kembali meleburkan sama sekali kekuatan pasukan muslimin yang terdesak, sangat kepayahan dan banyak jatuh korban. 

Dalam peristiwa lain Rasulullah mendapat berita/informasi sekelompok orang yang mengeramatkan tempat tertentu. Beliau memberikan keterangan, perbuatan mereka termasuk syirik dan' merusak akidah. Datang lagi berita tentang Abu Darda yang terlalu luar biasa dalam berpuasa dan beribadat, sampal lupa hak-hak dirinya dan keluarganya. Rasulullah menyuruh Salman (saudara Abu Darda) untuk menyampaikan keterangan beliau tentang perbuatan Abu Darda yang tidak beliau benarkan itu. 

Demikian hal-hal dan peristiwa lain-lainnya selalu disampaikan kepada Rasulullah, dan beliau menyampaikan keterangan-keterangan untuk disampaikan. Penyampaian berita/informasi waktu itu tidak selalu sepihak, tetapi terjadi interaksi timbal-balik antara Rasulullah, masyarakat dan berbagai pihak lain. Dalam arus, sumber, jaringan dan produk pemberitaan/ informasi terasa dan terjamin kebebasan untuk mendapatkan sebanyak mungkin keterangan dari Rasulullah, para sahabat dan siapa saja. Orang bebas mengemukakan pendapat, menyampaikan berita/informasi, kritik, koreksi, dan kontrol sosial dengan lisan/tulisan, langsung/tak langsung, sepanjang bukan mengenai kebenaran wahyu Allah yang  mutlak itu. Rasulullah sangat arif bijaksana di tengah-tengah arus informasi. Beliau tidak menyukai berita palsu/bohong, berita yang mengandung penghinaan agama-agama, suku, golongan/bangsa, berita yang menyinggung kehormatan/reputasi para sahabat, pejuang lslam dan pribadi seseorang, termasuk yang telah meninggal, berita yang menyinggung kehormatan utusan-utusan; berita yang memancing huru-hara, fanatisme kesukuan utusan, menimbulkan kejahatan/kekerasan dan permusuhan, berita yang tidak sesuai dengan agama (lslam), moral, kepribadian dan kesusilaan, berita yang menyinggung hak asasi, menurunkan martabat kemanusiaan, dan lain-lainnya. 

Rasulullah sangat tidak menyukai berita, ucapan dan tulisan tokoh-tokoh munafikin yang berbahaya bagi lslam dan kepentingan umum (umat lslam), sehingga konon beliau terpaksa menggunakan tangan beliau yang mulia itu, untuk menebas batang leher pemuka munafikin karena berita, ucapan dan tulisannya yang berisi fitnah, pengadu dombaan, kemunafikan, pemutarbalikan fakta dan kebenaran tentang lslam dan umat Islam. Beliau lebih bersabar terhadap berita penghinaan terhadap pribadi beliau, sampai pada tindakan penghinaan, seperti ketika awal beliau menyebarkan Islam di Mekkah. Umar bin Khattab hampir hendak menghajar seseorang yang dianggap sangat kurang ajar terhadap Rasulullah di depan mata Umar sendiri, tetapi Rasulullah sambil tersenyum mencegah tindakan Umar : 
"Jangan Umar, biarlah ! Dia orang yang tidak mengerti, kok". Dalam penaklukan kota Mekkah, Jenderal Sa’ad memberitakan/mengumumkan, sejak hari itu untuk sekian hari akan dijadikan hari pembantaian besar-besaran bagi tokoh-tokoh Quraisy sebagai balasan/hukuman yang setimpal. Mendengar berita tersebut Rasulullah menyuruh Sa'ad agar mencabut pemyataannya itu, dan agar memberitakan kepada mereka bahwa hari-hari tersebut akan beliau jadikan hari-hari pengampunan massal dan besar-besaran. Keterangan beliau tersebut membuat lega mereka, dan membuat mereka berduyun-duyun masuk lslam. 

Rasulullah cepat tanggap dan cepat mengambil sikap/tindakan bila mendengar berita dari mana, dari siapa, dan tentang apapun juga. Mendengar berita Al-qamah sakit,beliau segera menjenguknya, mendengar seseorang meninggal beliau segera melayat dan mengiringkan kemakam, mendengar berita seseorang mendapat kebahagiaan beliau menyambut gembira; mendengar terjadi peristiwa itu dan ini beliau sangat antusias. Berita besar maupun kecil, berita tentang pribadi seseorang ataupun tentang lslam, berita aneh maupun biasa, berita sensasional maupun rasional, berita palsu maupun benar, berita yang sengaja diburu orang maupun yang terbuang sayang, semua itu mendapat perhatian Rasulullah. 

Hadist Rasulullah dalam pemberitaan. 

Selagi Rasulullah masih hidup, apa yang bersumber dari beliau selalu diliput dan diburu orang, sehingga arus dan jaringan pemberitaan/informasi dan komunikasi demikian hidup dan berkembang. Mereka yang tak dapat bertemu dengan Rasulullah cukup puas menerima berita dari sahabat terdekat. "Khabar" dari sahabat juga dicari dan diburu orang. Dalam sejarah hadits dan ilmu mustalah/dirayah hadis tergambar jelas bagaimana hadis dalam pemberitaan. Walaupun kehidupan dan perkembangan pemberitaan/infonmasi dan komunikasi belum seperti sekarang, tetapi kehidupan dan perkembangan informasi kala itu cukup hidup dan berkembang. Sebutan-sebutan "diberitakan kepadaku, kudengar dari si Anu dan seterusnya dari si Anu, dan sebagainya" merupakan pengetahuan tersendiri tentang pemberitaan dalam lslam. 

Kehidupan Rasulullah sebagai pribadi/manusia biasa, Rasul, panglima perang, diplomat ulung, pemimpin umat, dan sebagainya menjadi berita hangat. Demikian pula sewaktu beliau sakit hingga wafat banyak menjadi berita hangat dan besar. Demikian pula berita pengangkatan Abu bakar sebagail Khalifah, berita orang-orang yang menamakan diri sebagai "Nabi", berita pembangkangan membayar zakat, berita pemurtadan dan lain-lainnya sangat menjadi berlta waktu itu. 

Kalau kita hendak membenarkan bahwa hadist-hadistpun dimasa Rasulullah boleh dituliskan (dicatat), maka jelas merupakan berita-berlta (hadits-hadits) itu banyak dicari dan didapatkan orang. Paling banyak mendapatkannya adalah Abu Hurairah, menyusul Umar dan lain-lainnya. 

Di masa slbuk-sibuknya pengumpulan/pembukuan Al-Qur’an sangat besar peranan pemberitaan/informasi, untuk kelancaran tugas dan menjaga kemurnian wahyu dari kemungkinan tercampur hadis-hadis Rasulullah. Demikian pula di masa pengumpulan hadits-hadits Rasulullah, demikian hidup dan berkembangnya peranan pemberitaan/lnformasi, sehingga dituntut ketelitlan yang sangat tinggi, etika pemberitaan, persyaratan pencari, pemburu dan pengumpul hadits, seperti ketakwaan yang tinggi, kejujuran yang penuh, dapat dipercaya, sangat teliti, tajam daya hapal/daya ingatan, dan lain-lainnya.

Seorang pencari/pemburu berita tentang hadits setelah susah payah dan lama baru dapat menemukan seseorang yang katanya mendengar satu hadits adalah seorang dusun dan penggembala. Dia didapatkan tengah berusaha menangkap gembalaannya yang lepas karena liar, dengan bujukan segenggam rumput. Setelah binatang itu mendekat, bukan rumput itu yang diberlkan tetapi tali pengikat ke lehernya. Seketika pencari berita daripadanya itu pulang, tidak jadi mendapatkan berita dari penggembala dusun itu, karena diketahui sebagai pembohong dan penipudaya terhadap binatang gembalaannya itu. Kalau kepada binatang telah berbohong dan berbuat tipu-daya demikian, mungkin sekali terhadap orang lain? Besar dugaan berita yang datang dari penggembala dusun itu tidak benar/palsu, tidak informatif dan tidak akurat. 

Demikian gambaran kepribadan yang dituntut oleh lslam bagi seorang juru warta, sumber berita, atau juru riwayat hadits Rasulullah, dan demikian gambaran arus dan jaringan berita/lnformasi, yang dltuntut adanya semacam etika (kode etilk) atau kepribadian juru warta berita dan jaringan informasi dan komunikasi, apalagi yang menyangkut hadis yang perlu dikumpulkan, diseleksi dan dipisahkan yang benar dan yang palsu, yang kuat dan yang lemah, yang akurat dan yang bertentangan satu sama lain, dan sebagainya. 

Kiranya makin jelas bahwa kehidupan, peranan dan fungsi "pers" telah ada di masa Rasulullah dan para sahabat, yang sangat penting menjadi dasar dan pengetahuan tentang "pers dalam Islam", bahkan "pers dalam lslam” memberikan dasar dan motivasi terhadap dunia pers umumnya, yang menuntut adanya pers yang sehat, jujur, benar, bebas/demokratis, dan bertanggung jawab dunia dan akhirat, yakni yang menjalankan fungsi dan peranan sebaik-baiknya, yang berlandaskan pada etika pers jurnalistik berasaskan agama dan moral yang suci dan luhur, penuh limpahan petunjuk dan ridha Allah SWT. Semoga Wartawan atau jurnalistik kita sesuai dengan Sunnah seperti penulisan Hadist, semoga bermanfaat.. Baca juga ini Siaran Televisi kurang mendidik